Bandar Lampung (29/12). Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitusshodiq di bawah naungan DPD LDII Kota Bandar Lampung sukses menyelenggarakan “Asrama Al-Qur’an Akhir Tahun (Marun)” di Masjid Baitusshodiq, Rajabasa, yang berakhir pada Minggu (28/12). Kegiatan intensif selama sepekan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan penguatan ilmu agama, kemandirian, dan karakter luhur di tengah masa libur perkuliahan.
Program yang diikuti lebih dari 100 santri mahasiswa ini mengombinasikan kajian tafsir Al-Qur’an dengan berbagai materi pengembangan diri, mulai dari seminar keterampilan wirausaha, wawasan kebangsaan, praktik ibadah rutin harian, hingga agenda keakraban antarsantri.
Takmir Masjid Baitusshodiq, H. Choirul Shaleh, saat menutup kegiatan menekankan pentingnya bagi para santri untuk menjaga niat dalam menuntut ilmu. Ia menyatakan bahwa pesantren merupakan sarana strategis untuk menyiapkan masa depan mahasiswa agar selaras dengan nilai-nilai agama.
“Pesantren ini bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga sarana meningkatkan semangat juang mahasiswa dalam menghidupkan agama Allah, serta menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Choirul. Ia berharap, melalui akselerasi pembinaan ini, para santri siap menjadi mubaligh dan mubalighah yang berilmu, berakhlak, serta mampu berdakwah secara santun di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. M. Miftah Falah, melalui sambungan WhatsApp kepada tim Lines menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan oleh PPM yang berada di bawah naungan organisasinya.
“Tidak hanya itu, TPA dan TPQ yang dikelola PC dan PAC LDII se-Kota Bandar Lampung juga serentak melaksanakan kegiatan serupa. Tujuannya membekali anak-anak dengan ilmu agama sejak dini, sekaligus memanfaatkan waktu libur sekolah dengan kegiatan yang mendidik, bukan sekadar rekreasi,” ungkap Miftah.
Menariknya, Miftah menambahkan sebagai wujud nyata konsistensi organisasi melakukan pembinaan generasi penerus (generus), pada malam pergantian tahun seluruh masjid serta TPA/TPQ LDII akan menyelenggarakan “Ngaji Akhir Tahun”.
“Salah satu materinya adalah dakwah ekoteologi (cinta terhadap alam), penggalangan dana untuk korban bencana, serta doa bersama untuk keselamatan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para santri mampu memanfaatkan waktu libur sekolah secara produktif, memiliki bekal ilmu agama yang kuat, berkarakter luhur, serta siap menjadi generasi penerus yang berkontribusi positif bagi umat, bangsa, dan negara.


















