Lampung Tengah (5/3). DPD LDII Lampung Tengah bersama Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Lampung menggelar acara pengajian untuk remaja dan dewasa dengan kategori usia ideal menikah. Acara ini diselenggarakan selama dua hari (Sabtu-Minggu) di halaman Pondok Pesantren Rowdhotul Alimir Robbaniy, Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah dengan mengusung Tema “Merajut Cinta Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah”.
Selain itu, DPD LDII Lampung Tengah bekerjasama dengan 4 DPD LDII di wilayah Lampung lainnya seperti DPD LDII Lampung Utara dan DPD LDII Way Kanan guna meramaikan serta menyukseskan acara tersebut. Acara tersebut dihadiri peserta sebanyak 257 orang yang tidak hanya berasal dari Lampung saja, juga dari luar wilayah Lampung seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Ketua Panitia , H. Purnomo Abadi, menjelaskan bahwa acara ini memiliki ¬main goals untuk membentuk pribadi yang Alim & faqih, berakhlak mulia, kemandirian juga menyukseskan program menikah antara sesama remaja Islam dengan cara yang syar’i tidak melanggar norma-norma agama.
“Tujuan utama acara ini disamping mengaji, penguatan iman dan taqwa, ya untuk membuka jalan dan menyukseskan program menikah antara sesama remaja Islam dengan cara-cara yang tidak melanggar norma-norma agama dan Alhamdulillah sampai hari ini sudah ada 20 pasangan yang sampai tahap ta’aruf” ujarnya.
Meskipun bertajuk pengajian, acara tersebut tidak sepenuhnya dihabiskan dengan mengaji saja, tetapi juga diisi dengan berbagai ceramah agama tentang pernikahan dalam islam dan bermacam-macam games seru. Dengan tagline B3M “Bertemu, Memandang, Melamar dan Menikah”, acara tersebut memfasilitasi para remaja yang sudah berniat menikah untuk mencari calon pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria masing-masing dan tentu saja didampingi oleh para panitia.
Heri Sensustadi, Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung saat sambutan mengapresiasi serta mendukung penuh acara tersebut. Menurutnya, pernikahan yang sesuai dengan kaidah agama Islam dan didasari pada iman dan taqwa sangat penting bagi keberlanjutan generasi Islam. Pasalnya, pernikahan tersebut bukan hanya memperkuat syariat agama diantara dua insan saja, tetapi juga diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi dan manusia unggul yang berkualitas. Heri menganggap bahwa kunci dari generasi yang berkualitas bukan hanya berorientasi hal-hal keduniawian, tetapi juga terampil dan mampu menjadikan agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.
“Saya sangat bangga dan mensupport penuh acara ini yang juga jadi salah satu program kerja dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga. karena kan pernikahan biasanya dimulai dari perkenalan, jadi ya bagus diadakan pertemuan seperti ini, siapa tau memang qodarnya berjodoh lewat pertemuan-pertemuan seperti ini. Acara berjodoh lewat pertemuan menjadikan awal dari membangun keluarga yang Sakinah mawadah warahmah, sehingga lahir keturunan atau SDM yang baik, berkualitas, yang mempunyai ilmu alim-faqih dan berakhlakul karimah, bisa jadi masyarakat yang baik, berkualitas juga punya skill, dapat mendapatkan bonus demografi “ujarnya,
Harapannya, para peserta tidak hanya sekedar mempelajari tentang ilmu yang mereka dapat dalam acara tersebut, tetapi juga kelak mampu mempraktikkan pernikahan yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw. sehingga bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah serta selalu dilimpahkan keberkahan dari Allah swt. (AN / Kontributor Lines)


















