Way kanan, (22/4). Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD LDII Kabupaten Way Kanan yang bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Pemda Kabupaten Way Kanan, Rabu (22/4). Dalam sambutannya, Bupati mengajak LDII untuk terus memperkuat peran dalam membangun daerah demi mewujudkan visi Kabupaten Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.
Bupati Ayu menegaskan bahwa kemandirian daerah tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri tanpa dukungan ormas sebagai pilar demokrasi. Ia menilai LDII selama ini telah menjadi mitra strategis yang aktif berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
“Kehadiran LDII telah memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Saya mengajak LDII untuk terus bersinergi, menjembatani aspirasi warga, dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik,” ujar Bupati Ayu sebelum memukul gong sebagai simbol pembukaan acara.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, menegaskan kesiapan organisasinya untuk bergandengan tangan dengan pemerintah daerah. Ia memaparkan bahwa LDII memiliki “8 Program Pengabdian” di mana wawasan kebangsaan menjadi prioritas utama.
“Kami warga LDII siap memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. Slogan NKRI Harga Mati adalah komitmen kami dalam menjaga negeri ini. Kami ingin menjadi organisasi yang profesional religius, bekerja secara profesional namun tetap menjunjung tinggi syariat agama,” tegas Aditya.
Aditya juga mengingatkan warga LDII agar tidak bersikap pasif, melainkan harus hadir memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Way Kanan menuju Indonesia Emas 2045.
Musda yang diikuti oleh 210 peserta dari tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Way Kanan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Kemenag Way Kanan, Ketua Kesbangpol, serta perwakilan dari Senkom Mitra Polri dan Persinas ASAD. Melalui Musda VI ini, Aditya berharap Musda VI DPD LDII Way Kanan ini dapat merumuskan keputusan strategis dan kepemimpinan untuk masa bakti lima tahun ke depan.















