Kotabumi (24/12). Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lampung Utara di Gedung Pusiban, Rabu (24/12) pagi. Dalam sambutannya, Bupati secara terbuka memuji transformasi luar biasa yang dilakukan LDII hingga menjadi mitra strategis pemerintah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh lintas organisasi, di antaranya perwakilan Polres Lampung Utara, perwakilan Dandim, Kemenag, Ketua PC NU, Muhammadiyah, Ketua FKUB, Kesbangpol, DPRD, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga.
Bupati Hamartoni mengungkapkan bahwa LDII telah berhasil menghapus pandangan negatif di masa lalu melalui keterbukaan organisasi. Ia sangat mendukung tagline 3K (Karya, Kontribusi, Komunikasi) yang kini menjadi karakteristik LDII.
“Dulu LDII mungkin mendapat pandangan negatif di masyarakat, namun sejalan waktu, LDII melakukan transformasi yang luar biasa. Saya berharap LDII terus membuka diri dan bekerja sama dengan semua komunitas untuk membantu pemerintah daerah dalam memajukan Lampung Utara,” ujar Hamartoni.
Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat membutuhkan peran organisasi untuk mewujudkan Lampung Utara yang maju, aman, dan sejahtera. “Buktikan bahwa Lampung Utara pernah besar, dan melalui sinergi ini, kita bisa mencapainya kembali,” imbuhnya.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, menyatakan rasa bangganya atas dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menyebut Musda LDII Lampung Utara kali ini sebagai trendsetter baru bagi daerah lain karena mendapat dukungan tinggi dari Bupati serta dihadiri tokoh-tokoh penting dari berbagai lini. Hal ini menunjukkan bahwa DPD LDII Kabupaten Lampung Utara memiliki sinergi yang kuat antara organisasi, pemerintah, dan tokoh lainnya.
“LDII memiliki cita-cita luhur untuk terus berkontribusi bagi tanah air. Kami lahir di Indonesia, mencari nafkah di Indonesia, dan nanti mati pun di Indonesia. Oleh karena itu, program yang dirumuskan dalam Musda ini nantinya harus bisa disinergikan dan dikolaborasikan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara,” tegas Aditya.
Selain penguatan organisasi, Aditya juga menyoroti aksi kemanusiaan dan “Dakwah Ekologi” sebagai respons terhadap rentetan bencana alam yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Ia menekankan agar pengurus terpilih nanti benar-benar menerapkan prinsip 3K di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lampung Utara, H. Sutikman, melaporkan bahwa selain mengevaluasi kinerja lima tahunan dan memilih pengurus periode 2025-2030, Musda ini menjadi momentum penguatan 8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa.
Delapan bidang tersebut meliputi Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan Herbal, Ketahanan Pangan & Lingkungan, Teknologi Digital, Energi Baru Terbarukan.
“Program-program ini sangat sejalan dengan misi Lampung Utara dalam membangun keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan,” jelas Sutikman.
Musda VIII ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari pengurus DPD, perwakilan Pimpinan Cabang (PC), dan Ketua PAC tingkat desa/kelurahan se-Lampung Utara, serta jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Lampung, para ulama, dan pimpinan pondok pesantren, sebagai peninjau.


















