Pesawaran (26/11). Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hal ini disampaikan Nanda saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Pesawaran di Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (25/11).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nanda memberikan apresiasi khusus terhadap pemaparan 8 Klaster Program Pengabdian untuk Bangsa yang menjadi panduan gerak LDII. Menurutnya, program-program tersebut sangat komprehensif dan menyentuh sektor-sektor penting yang dibutuhkan masyarakat.
“Mendengar paparan delapan klaster tadi, Alhamdulillah banyak program LDII yang komprehensif dan menyentuh semua sektor. Kami sangat mengapresiasi dan pemerintah daerah sangat terbuka untuk bersinergi,” ungkap Nanda didampingi Kepala Kesbangpol Syukur dan Plt. Kabag Kesra Tri Indiyastuti.
Nanda menyadari bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Oleh karena itu, tawaran sinergi dari LDII disambut dengan tangan terbuka.
“Kami siap untuk berkolaborasi. Dengan mengutamakan skala prioritas, nanti kami lihat program mana yang bisa dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah agar sinergi yang terbangun dapat berjalan maksimal dan efektif sesuai kebutuhan yang ada,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Warsono, yang hadir bersama Wakil Ketua LDII Pesawaran, beserta jajaran pengurus lainnya, memaparkan bahwa program kerja LDII Pesawaran bergerak selaras dengan instruksi DPP melalui 8 bidang pengabdian utama. Untuk memperjelas kontribusi tersebut, Warsono memaparkan implementasi nyata yang telah berjalan di Pesawaran.
Pada implementasi bidang Kebangsaan, LDII Pesawaran secara aktif bersinergi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama KPU, Bawaslu, Kesbangpol, dan Polres Pesawaran untuk mendukung kondusivitas daerah pada PSU beberapa waktu yang lalu.
Selanjutnya di sektor Pendidikan, LDII Pesawaran sukses mendirikan Pondok Pesantren yang terintegrasi dengan sekolah formal dan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah berjalan selama tiga tahun. “Integrasi ini kami fokuskan pada penerapan 29 karakter luhur untuk yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan fisik yang kuat,” jelas Warsono seraya mengundang Bupati Nanda untuk meresmikan fasilitas pendidikan tersebut dalam agenda mendatang.
Sedangkan dalam sektor Kesehatan, LDII Pesawaran aktif melakukan penyuluhan pencegahan stunting dengan bekerjasama dengan bidang pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga. Serta menawarkan program kolaborasi budidaya sorgum sebagai alternatif di sektor Ketahanan Pangan dan Lingkungan, merujuk pada tawaran Ketua Umum DPP LDII saat menghadiri Muswil VIII DPW LDII Provinsi Lampung yang digelar belum lama ini.”
“Semua program tersebut kami jalankan dengan semangat 3K yakni Karya, Kontribusi, dan Komunikasi,” tegas Warsono.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Nanda secara khusus menyoroti pentingnya aspek Teknologi Digital dan Komunikasi. Ia sepakat bahwa di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial sangat penting untuk mengekspos kegiatan-kegiatan positif organisasi.
“Pemanfaatan teknologi komunikasi ini bukan hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga bentuk transparansi kepada masyarakat bahwa organisasi dan pemerintah terus bekerja nyata untuk kepentingan umat,” tambah Nanda.
Audiensi yang berlangsung hangat ini ditutup dengan penyerahan dokumen SK Kepengurusan DPD LDII masa bakti 2025-2030, Laporan Kegiatan Triwulan II, dan Kalender LDII kepada Bupati Pesawaran, serta sesi foto bersama sebagai wujud keakraban dan komitmen sinergi untuk kemajuan Kabupaten Pesawaran.



















