Pesawaran (24/12). Kabupaten Pesawaran mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan dan olahraga dengan hadirnya pusat pembinaan atlet sepak bola berbasis pondok pesantren pertama di Provinsi Lampung dengan standar yang ditingkatkan. Bupati Pesawaran, Nanda Indira, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Chabrasman, S.T., meresmikan Gedung Baru Pusat Unggulan Sepak Bola dan Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir di Desa Sungai Langka, Gedong Tataan, Senin (22/12).
Institusi di bawah binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pesawaran ini mengintegrasikan kurikulum pendidikan formal dan keagamaan dengan pelatihan sepak bola profesional. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Nanda Indira memberikan apresiasi tinggi atas inovasi tersebut.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi perwujudan komitmen mencetak generasi emas Pesawaran yang berakhlak mulia dan berprestasi. Kami meyakini di bawah naungan organisasi besar seperti LDII, para santri akan dibentuk menjadi atlet yang tangguh sekaligus memiliki karakter luhur,” ujar Chabrasman saat membacakan amanat Bupati.
Ketua Yayasan Babunnajah Al Munawir, H. Warsono, mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini memiliki “rumah baru” bagi bakat sepak bola santri melalui Babunnajah Football Academy (Buba). Akademi ini mengintegrasikan tiga komponen utama yakni pendidikan formal, pendidikan keagamaan, dan pelatihan sepak bola profesional.
“Kami mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan bola. Pendidikan jasmani dan rohani dijadikan satu paket. Bagi kami, disiplin salat subuh berjamaah memiliki esensi yang sama dengan latihan fisik di pagi hari. Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya juara di lapangan, tetapi juga juara dalam ibadah dan karakter,” jelas Warsono.
Saat ini, terdapat 60 santri yang dibina secara intensif. Meski fasilitas masih terbatas, prestasi mereka cukup mentereng dengan menjuarai Piala Soeratin di berbagai rayon selama 2 tahun terakhir berturut-turut. Target jangka panjang mereka adalah menembus Liga 1, Liga 2, hingga tingkat internasional.
Ambisi besar ini mendapat respon positif dari pihak legislatif. Sekretaris PSSI Pesawaran yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Ir. Sarwoko, menyatakan akan membantu mengupayakan anggaran khusus bagi pembangunan stadion mini di lingkungan Ponpes Babunnajah. Dengan demikian, langkah tersebut diharapkan dapat menunjang sarana prasarana latihan agar lebih profesional.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Asprov PSSI Lampung, Mursalin Lamo, juga memuji Babunnajah sebagai satu-satunya sekolah sepak bola (SSB) berbasis pesantren di Lampung yang sudah resmi terafiliasi dengan PSSI.
“Ini adalah kolaborasi yang luar biasa. PSSI sangat mendukung pembinaan di pesantren, karena di sini disiplin dan attitude santri sudah terbentuk sejak awal,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Fahdian Iskandar, menekankan bahwa pengembangan ponpes ini adalah bagian dari “8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa”, di mana pendidikan dan wawasan kebangsaan menjadi prioritas utama. LDII berkomitmen untuk terus menyalurkan bibit atlet berbakat ini melalui Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi) hingga ke tingkat nasional.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Chabrasman, S.T., di depan pintu utama gedung baru. Pemotongan pita tersebut secara simbolis menandai diresmikannya penggunaan fasilitas Pusat Unggulan Sepak Bola dan Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir.
Sorak sorai para santri dan tepuk tangan para tamu undangan mengiringi momen bersejarah tersebut. Dengan diresmikannya gedung ini, Ponpes Babunnajah kini siap menjadi garda terdepan dalam mencetak atlet profesional yang religius sesuai dengan semboyan mereka: “Quran di dadaku, bola di kakiku, ngaji iyo, bal-balan iyo”.



















Alhamdulillah,,, semoga bermanfaat dan barokah