Bandung (30/11), Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI mengadakan “Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan” bersama ormas-ormas islam yang ada di Indonesia sebagai upaya pencegahan dan penanganan konflik keagamaan.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A memberikan sambutan pada Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan ini diadakan pada tanggal 30 November – 2 Desember 2022 yang bertempat di Hotel Mercure Bandung City Center.
“Moderasi beragama secara empiris telah dicontohkan Rasulullah saat membangun Madinah, dengan membuat kesepakatan bersama masyarakat yang ada di sana. Demikian juga dengan Indonesia yang didirikan para founder bangsa dengan kesepakatan bersama, dengan menerima semua perbedaan.” Pungkasnya
Para founder bangsa Indonesia telah bersepakat membuat konstitusi bersama yaitu UUD 1945 dan Pancasila. Ini harus kita jaga bersama berdasarkan perintah agama untuk mencintai, menjaga dan merawat NKRI agar tetap utuh.
“Kita sebagai penerus harus mengawal agama kita masing-masing sehingga berfungsi instrumental” ajak Dirjen Bimas Islam Kemenag dalam sambutannya.
Agama harus menjadi instrumen positif dan kreatif untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sejuk dan damai, bukan sebaliknya yang menjadikan agama untuk memecah belah bangsa Indonesia. Diharapkan melalui Dialog Nasional ini konflik keagamaan di Indonesia tidak ada lagi sehingga tercipta kerukunan beragama yang lebih baik.
Wakil Sekretaris DPW LDII Jabar, Fadel Abrori mengatakan, LDII sejak awal berdiri sudah mendukung pelaksanaan moderasi beragama. Pasalnya, asas organisasi yang digunakan LDII adalah Pancasila, yang merupakan dasar negara. Di mana seluruh sila Pancasila menggambarkan moderasi beragama.
“Dalam melaksanakan moderasi beragama, LDII menjadikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pedoman berkehidupan dan berbangsa. Kami lahir, hidup, sampai meninggal di Indonesia, sehingga kami berkewajiban bisa menjaga keutuhan NKRI dengan semua keberagamannya, termasuk keberagaman agama,” pungkasnya.
Acara dengan tema “Penguatan sinergi kelembagaan dalam penanganan, pencegahan, deteksi dini, dan resolusi konflik keagamaan di Indonesia” ini juga dihadiri Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Dr. H. Wawan Junaidi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Dr. H. Adib, MA., Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jabar Drs. H. Ajam Mustajam, MSi, Kabag Intelkam Polri Brigjen Pol. Dr. Umar Efendi, dan Pokja Moderasi Beragama Hj. Alissa Q. Wahid. Hadir pula ormas keagamaan dari beberapa provinsi.
Video Rekaman Dialog Nasional :


















