Bandar Lampung (2/6). Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan TPA/TPQ dan majelis taklim, DPD LDII Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Soal Asesmen Sumatif dan Pengisian Rapor. Acara ini berlangsung pada Ahad (1/6) di Masjid Hisbullah, Labuhan Dalam, Bandar Lampung.
Kegiatan bimtek diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari guru, kepala TPA/TPQ, serta para muballigh dan muballighot dari 45 TPA/TPQ yang tersebar di 17 PC se-Kota Bandar Lampung. Para peserta merupakan perwakilan dari PC dan PAC di lingkungan DPD LDII Kota Bandar Lampung.
Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Yaumil Khair, menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal asesmen yang berkualitas, relevan, dan efektif. “Guru perlu memahami prosedur penyusunan soal asesmen, menerapkan prinsip-prinsip yang baik, serta mampu mengembangkan bentuk asesmen yang inovatif dan kreatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Yaumil juga menekankan pentingnya bimtek dalam meningkatkan pemahaman guru terkait pengisian rapor sebagai laporan hasil belajar siswa. “Rapor bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga alat ukur dan sumber data untuk perbaikan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Fahdian Iskandar, dalam arahannya mengingatkan peserta untuk menyimak materi bimtek secara maksimal agar tidak terjadi distorsi atau bias dalam memahami informasi penting ini. Ia juga menyoroti pentingnya siklus pembelajaran yang baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, pengolahan hasil, pelaporan, hingga evaluasi. “Melalui asesmen dan pelaporan yang berkualitas, guru tidak hanya membantu siswa dan orang tua dalam memahami capaian belajar, tetapi juga dapat mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran untuk semester berikutnya,” jelasnya.
Kegiatan bimtek ini menjadi bentuk nyata komitmen LDII dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat dasar, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan nonformal seperti TPA/TPQ dan majelis taklim. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat langsung diterapkan oleh para guru dalam praktik pembelajaran sehari-hari.


















