Pesawaran (14/5). Dalam menghadapi era yang terus berubah, LDII sebagai organisasi modern, dituntut untuk memiliki fleksibilitas. Kemampuan menyesuaikan diri ini memungkinkan LDII untuk tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga beradaptasi dengan pergeseran sosial masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Aditya, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung saat memberikan pembekalan kepada jajaran Pengurus LDII Kabupaten Pesawaran periode 2025-2030 di Masjid Nurul Hikmah, Gedong Tataan, Pesawaran, pada Senin (12/5).
“Beradaptasi dengan zaman menjadi kunci dalam menjalankan misi dakwah serta pengabdian kepada masyarakat, namun menjaga ajaran Islam tetap relevan tanpa tergerus oleh perubahan itu sendiri tetap menjadi prioritas utama kita,” jelas Aditya, seraya menegaskan bahwa adaptasi ini tidak berarti mengorbankan prinsip-prinsip dasar agama dalam pelaksanaannya.
Lebih lanjut, Aditya menggarisbawahi vitalnya proses kaderisasi dan pembangunan sistem organisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kaderisasi yang efektif akan menjamin keberlangsungan organisasi dan memastikan nilai-nilai serta tujuan LDII tetap relevan dari generasi ke generasi.
“Kaderisasi yang baik menjamin estafet kepemimpinan, sementara sistem yang kokoh memastikan roda organisasi terus berputar sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Selain itu, Aditya juga meyakini bahwa hubungan yang baik dengan stakeholder sesuai dengan tingkatannya akan membuka peluang sinergi dan mempererat persaudaraan, yang pada akhirnya menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif. “Lebih dari itu, kita berharap LDII dapat mengembangkan kerja sama konkret dalam berbagai bidang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Menyadari dinamika organisasi yang tak terhindarkan dari berbagai tantangan, Aditya mengingatkan pentingnya pendekatan preventif dalam mengatasi masalah. “Ini berarti kita harus membangun sistem dan budaya organisasi yang proaktif dalam mengidentifikasi, mencegah, dan meminimalisir potensi risiko yang mungkin menimbulkan masalah,” tegasnya.
Sedangkan untuk mengoptimalkan kontribusi LDII, Aditya secara singkat memaparkan delapan bidang pengabdian yang menjadi fokus organisasi, yaitu Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan Herbal, Ketahanan Pangan dan Lingkungan, Teknologi, serta Energi Baru Terbarukan.
“Dengan program kerja yang terarah sesuai 8 bidang pengabdian ini, kita berharap kontribusi LDII akan semakin terasa manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuh Aditya.
Di akhir penyampaiannya, guna menyiapkan generasi penerus yang unggul, Aditya berpesan agar pengurus LDII memberikan perhatian khusus pada pendidikan 29 karakter luhur bagi generasi muda. “Sebagai inventasi jangka panjang, melalui penanaman karakter luhur, kita berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya profesional dalam bidangnya, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat, sehingga siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Aditya.
Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengurus LDII Pesawaran dalam menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan, dengan mengedepankan adaptasi, kaderisasi, komunikasi, pencegahan masalah, dan implementasi program kerja yang berorientasi pada 8 bidang pengabdian LDII.


















