Pesawaran (16/5). Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran yang dijadwalkan pada 24 Mei mendatang, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmen aktifnya dalam mendukung kelancaran proses demokrasi. Sebagai pihak yang netral, LDII menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Sukses Aman Dan Damai” pada Jumat (16/5).
Acara penting tersebut diselenggarakan di Gedung Serba Guna Islamic Center, Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua LDII Pesawaran, Irwan, mengatakan FGD ini bertujuan untuk mendukung suksesnya PSU Pesawaran agar berjalan dengan aman dan damai, sekaligus membangun kesepahaman bersama di antara berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kita hadir di sini bukan sekadar untuk mendiskusikan aspek teknis, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk membangun kesepahaman bersama, bahwa pemungutan suara ulang bukanlah ajang konflik, melainkan kesempatan kedua untuk menegakkan kedaulatan rakyat secara adil, jujur, dan damai,” ujar Irwan dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.
Sebagai upaya memperkaya diskusi, LDII mengundang empat narasumber dari berbagai elemen pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk memberikan materi dan memimpin diskusi. Para narasumber tersebut antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Syukur, Ketua KPU Pesawaran Fery Ikhsan, perwakilan Polres Pesawaran AKP Gunanto, dan perwakilan Bawaslu Pesawaran Pajril Fatra.
Selain para narasumber, FGD ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kabupaten Pesawaran, menandakan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.
Lebih lanjut, melalui diskusi ini, Irwan berharap akan muncul berbagai masukan, pandangan, dan komitmen dari semua pihak untuk menjaga suasana kondusif, mencegah potensi konflik, serta memastikan hak pilih warga dapat terlindungi dan terfasilitasi dengan baik.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadikan pemungutan suara ulang ini sebagai contoh demokrasi yang matang, inklusif, dan bermartabat. Mari kita kedepankan dialog, edukasi, dan partisipasi yang sehat,” tegas Irwan.
Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid dalam membangun sinergi antara penyelenggara pemilu, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan PSU Pesawaran berjalan lancar, aman, dan damai sesuai harapan.
“Semoga FGD ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya pemilihan yang damai dan berkualitas di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini.
















