Bandar Lampung (6/12). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandar Lampung telah sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII. Forum yang berlangsung selama dua hari, Jumat (5/12) hingga Sabtu (6/12) di Aula DPW LDII Provinsi Lampung ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja LDII dengan visi pembangunan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, saat membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa tujuan utama Musda bukan sekadar memilih ketua baru, melainkan melahirkan gagasan program yang adaptif dan kontributif, serta selaras dengan 8 program pengabdian LDII untuk bangsa (Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan (Herbal), Ketahanan Pangan & Lingkungan, Teknologi Digital, dan Energi Baru Terbarukan). Ia menekankan perlunya modernisasi organisasi untuk menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan media sosial.
“Agenda utama kita bukan hanya memilih ketua, tetapi bagaimana menetapkan program kerja yang tidak monoton. Program LDII harus bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Bandar Lampung,” ujar Aditya dalam sambutannya.
Aditya juga mendorong para pengurus untuk tampil percaya diri sebagai organisasi yang telah berkiprah selama 40 tahun di Provinsi Lampung. Ia mengingatkan kader untuk terus meningkatkan kapasitas dan memahami Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Jangan ada lagi sifat inferior. Keberadaan sekretariat kita yang tersebar luas membuktikan bahwa LDII diterima dan mampu menjangkau masyarakat. Kita evaluasi apa yang sudah dikerjakan dan susun rencana ke depan yang lebih matang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Bandar Lampung periode 2020-2025, Yaumil Khair, menjelaskan bahwa Musda ini merupakan amanat konstitusi organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun. Mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia Berkarakter Luhur, Sehat, Cerdas, Beriman Menuju Masyarakat Bandar Lampung Makmur,” acara ini bertujuan mengevaluasi kinerja pengurus lama serta merumuskan arah kebijakan untuk lima tahun mendatang.
“Ini adalah kewajiban organisasi untuk mengevaluasi kinerja dan menetapkan langkah strategis ke depan. Kami berharap Musda ini menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa manfaat besar bagi umat dan masyarakat luas,” kata Yaumil.
Acara yang dihadiri oleh 95 peserta dari jajaran pengurus harian, utusan Pimpinan Cabang (PC) se-Kota Bandar Lampung, serta perwakilan ormas lain seperti Persinas ASAD, Senkom, Forsgi ini juga diwarnai dengan aksi solidaritas. Para peserta menyempatkan diri mendoakan dan merencanakan penggalangan dana bagi korban bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Diharapkan dengan terselenggaranya Musda VIII LDII Kota Bandar Lampung ini, nantinya dapat melahirkan kepengurusan baru yang dapat membawa LDII untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.


















