Pesawaran (18/5). LDII Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan proses demokrasi dengan menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (16/5). Acara yang dipusatkan di GSG Islamic Center, Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung ini berfokus pada pembahasan persiapan dan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 24 Mei mendatang.
Ketua LDII Pesawaran, Irwan, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum diskusi ini. “FGD ini menjadi forum yang sangat penting dan strategis. Kita hadir di sini bukan sekadar untuk mendiskusikan aspek teknis, tetapi lebih dari itu untuk membangun kesepahaman bersama, bahwa pemungutan suara ulang bukanlah ajang konflik, melainkan kesempatan kedua untuk menegakkan kedaulatan rakyat secara adil, jujur, dan damai,” ujar Irwan saat membuka acara tersebut.
Senada degan Irwan, Ketua KPU Kabupaten Pesawaran, Fery Ikhsan, yang hadir sebagai salah satu narasumber FGD tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan PSU merupakan tanggung jawab bersama.
“Ini adalah tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada bapak dan ibu untuk bisa datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya pada PSU ini,” tegas Fery ketika memaparkan materi diskusi dalam FGD tersebut.
Lebih lanjut, Fery mengungkapkan bahwa setiap suara memiliki nilai yang sangat berharga. “Masa depan Kabupaten Pesawaran sekarang ada di tangan kita. Siapapun yang terpilih nantinya, berarti itulah pilihan kita semua, yang akan memimpin Pesawaran untuk 5 tahun ke depan,” imbuh Fery.
Selain itu, Fery juga memastikan bahwa KPU akan memberikan fasilitas khusus bagi pemilih tunanetra di setiap TPS. “Untuk fasilitas tunanetra, nanti akan kami siapkan di masing-masing 759 TPS yang ada di Kabupaten Pesawaran, sehingga semua bisa memberikan hak pilihnya tanpa terkecuali,” jelas Fery.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka bersama 4 narasumber dari KPU, Bawaslu, Kesbangpol, dan Polres Pesawaran. Tanya jawab dalam diskusi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai teknis serta pentingnya PSU demi terwujudnya proses demokrasi yang berkualitas di Pesawaran.
Di akhir pembicaraan, Fery menyampaikan apresiasinya kepada LDII Pesawaran karena telah memfasilitasi forum diskusi tersebut. Sehingga, berbagai elemen masyarakat dapat berkumpul untuk berdiskusi guna mencapai kesepahaman bersama mengenai PSU kali ini.
Sebagai tanggapan, acara FGD ini mendapat banyak respon positif. Salah seorang peserta, Nurul Azmi, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesawaran merasa sangat senang bisa menghadiri FGD ini.
“Diskusi ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat Pesawaran. Disini kami bisa saling bertukar informasi dan pikiran. Dan hasilnya, kami pun dapat lebih memahami terkait antisipasi dan pelaksanaan PSU kali ini. Semua keraguan kami sebelumnya terjawab disini,” ujar Azmi ketika diwawancarai usai acara tersebut berakhir.



















