Pesawaran (17/5). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesawaran, Syukur, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pesawaran atas inisiatifnya menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2025, pada Jumat (16/5). Kegiatan yang berlangsung di GSG Islamic Center, Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, ini dinilai sebagai langkah proaktif organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam mendukung kelancaran dan keamanan proses demokrasi.
FGD dengan tajuk “Mewujudkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Sukses Aman Dan Damai” tersebut, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas strategi mewujudkan PSU yang damai, aman, dan tertib. LDII menegaskan posisi netralnya dalam proses demokrasi ini, fokus pada upaya menciptakan kondisi yang kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Syukur, salah satu dari empat narasumber yang hadir, menjelaskan bahwa PSU di Pesawaran merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 20/PHPU.BUP-XXIII/2025 mengenai hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024. Hal ini Ia sampaikan saat memberikan materi diskusi kepada para peserta FGD.
“Pesawaran menjadi salah satu dari 24 daerah di Indonesia yang harus menggelar PSU, dan dijadwalkan 90 hari pasca putusan MK, yakni pada 24 Mei mendatang,” tutur syukur.
Menyikapi arahan Menteri Dalam Negeri yang menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap aspek keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan PSU, Syukur menyambut baik langkah LDII dalam memfasilitasi dialog antar berbagai pemangku kepentingan.
“Saya berterima kasih kepada LDII Pesawaran sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang keagamaan, karena telah membantu pemerintah dalam mensosialisasikan dan menyampaikan informasi terkait PSU kepada masyarakat,” ujar Syukur. Ia menekankan bahwa peran serta organisasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif menjelang dan saat pelaksanaan PSU.
Syukur menekankan bahwa tanggung jawab keamanan dan ketertiban bukan semata-mata berada di tangan kepolisian atau TNI, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengharapkan, mari kita bersama-sama mensosialisasikan terkait PSU agar bisa berjalan dengan aman dan damai, sehingga diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang dapat menahkodai Pesawaran dengan baik,” pungkas Syukur.
Kegiatan FGD yang diprakarsai oleh LDII ini menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas dan damai di Kabupaten Pesawaran menjelang PSU.
“A+ untuk LDII Pesawaran,” ungkap Syukur memberikan pujian atas langkah konkret LDII.
Kesbangpol sendiri mendukung penuh pelaksanaan FGD ini dan berharap forum-forum diskusi serupa dapat terus diagendakan. “Ini sangat perlu, karena melalui forum-forum diskusi seperti ini kita bisa saling memberi dan bertukar informasi,” katanya saat diwawancarai.
Ia berharap, kegiatan serupa yang diprakarsai oleh LDII ini dapat diikuti oleh organisasi keagamaan atau ormas lainnya di Pesawaran. Hal ini penting agar sosialisasi terkait PSU bisa dilakukan secara massif oleh berbagai pihak, dengan catatan informasi yang disampaikan jelas dan benar.
“Mari kita bersama-sama mensosialisasikan terkait PSU agar bisa berjalan dengan aman damai, sehingga diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang dapat menahkodai Pesawaran dengan baik, kelak” pungkas Syukur.
Apresiasi Kesbangpol ini menggarisbawahi pentingnya peran aktif ormas dalam menjaga stabilitas dan kesuksesan tahapan Pemilu, khususnya dalam momen krusial seperti Pemungutan Suara Ulang.


















