Way Kanan (23/4). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Way Kanan mendorong LDII untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah sesuai perannya sebagai ormas. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Way Kanan, Dedi Iskandar, saat memberikan materi pada Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD LDII Kabupaten Way Kanan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemda Way Kanan, Rabu (22/4).
Dorongan kolaborasi tersebut diperkuat dengan apresiasi khusus yang diberikan Dedi Iskandar kepada DPD LDII Way Kanan atas komitmennya terhadap aturan negara selama ini. Menurutnya, LDII merupakan contoh organisasi yang tertib dalam koordinasi dan pelaporan.
“Kami berterima kasih kepada DPD LDII Way Kanan yang selalu aktif melaporkan keberadaan dan kegiatannya. Ini adalah gambaran bahwa LDII adalah organisasi yang patuh pada regulasi negara kita,” ujar Dedi di hadapan sekitar 210 peserta yang hadir.
Lebih lanjut, dalam sesi pembekalan materi, Dedi menjelaskan bahwa kebebasan berserikat dan berkumpul telah dijamin oleh konstitusi melalui Pasal 28E dan 28J UUD 1945. Namun, ia menekankan bahwa setiap anggota ormas wajib memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai panduan utama dalam berorganisasi.
Ia merinci bahwa tujuan utama pembentukan ormas adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, memberikan pelayanan sosial, menjaga nilai-nilai agama dan budaya, serta memperkuat kesatuan bangsa demi tercapainya tujuan NKRI yang berdasarkan Pancasila.
Di sisi lain, Dedi juga mengingatkan tantangan dinamika sosial yang kerap menempatkan ormas dalam posisi rentan. Ia memperingatkan agar organisasi tetap menjaga independensi dan tidak menjadi alat kepentingan politik sesaat.
“Ormas itu sering dijadikan alat politik. Terkadang ada ormas yang terseret, ada juga yang menyertakan diri. Padahal, ormas harus tetap menjalankan fungsinya secara proporsional demi kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Way Kanan, H. Sobri, menegaskan posisi organisasi dalam menyikapi dinamika politik. Ia menyatakan bahwa LDII tetap teguh pada jati diri organisasi yang fokus pada kontribusi nyata bagi umat.
“LDII selalu memegang prinsip netral aktif. Dalam hal ini, netralitas bukanlah sikap pasif, justru kami mendorong warga kami untuk tetap aktif menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab demi kemajuan bangsa,” ungkap H. Sobri usai acara Musda tersebut.
Ia menambahkan bahwa fokus utama LDII adalah menjalankan dakwah yang menyejukkan dan memberikan solusi bagi persoalan di tengah masyarakat. “Fokus kami adalah dakwah dan pengabdian. Melalui pembekalan ini, kami semakin termotivasi untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah demi mewujudkan masyarakat Way Kanan yang profesional dan religius,” pungkasnya.














