Bandar Lampung (23/2). Menikah adalah ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk sebuah keluarga. Dalam Islam, pernikahan dapat menyempurnakan separuh dari agama seseorang. Menikah merupakan ibadah yang dianjurkan dengan tingkatan wajib, sunnah, mubah, makruh, atau haram sesuai kemampuan dan kondisi seseorang, serta niat yang mendasari pernikahan.
Umumnya, proses pernikahan diawali dengan ta’aruf, yakni proses perkenalan antara pria dan wanita sebelum menikah yang sesuai dengan syariat Islam. Taaruf bertujuan untuk saling memahami dan mengerti calon pasangan. Namun tak jarang proses taaruf justru Diwali dengan hal-hal yang melanggar syariat melalui berbagai platform sosial media tanpa terkendali dan terarah.
Menyikapi hal itu, DPD LDII Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan DPD LDII Kota Bogor menghelat “Sosialisasi dan Pelatihan (Sistem Informasi Mobile Usia Nikah)” pada Sabtu (22/2) di Aula Kantor DPW LDII Lampung. Kegiatan yang diikuti 150-an peserta perwakilan dari PC dan PAC se-Kota Bandar Lampung dan Sekitarnya.
Sesuai jargon yang diusung “Data Akurat, Proses Cepat, Berjodoh sampai akhirat”, sosialisasi tersebut bertujuan mempermudah dan memperlancar dengan proses yang super cepat dalam pendataan seluruh muda- mudi siap nikah, sehingga proses aaruf selanjutnya dapat berjalan dengan baik. Sosialisasi menghadirkan H. Ferry dan H. Supriono dari DPD LDII Kota Bogor selaku pengembang platform simunik.
Dalam pemaparannya, H. Ferry menjelaskan cara kerja aplikasi dan apa saja kelebihan yang dapat dilakukan dalam Aplikasi Simunik. “Simunik ini aplikasi pendataan remaja siap nikah, belum siap menikah, bahkan yang sudah pernah menikah atau single parent,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan manfaat dibuatnya aplikasi Simunik untuk mempermudah dalam monitoring remaja dan single parent yang siap untuk menikah dan ingin melanjutkan proses taaruf. “Prinsipnya tentu akan memberikan manfaat, baik kepada yang bersangkutan, maupun kepada tim yang akan melancarkan pernikahan itu sendiri,” paparnya.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan H. Heru Susanto mengungkapkan, kegiatan sosialisasi itu menjadi Langkah awal dalam memberikan pelayanan yang baik bagi remaja dan single parent warga LDII yang ingin membangun rumah tangga. “harapannya, dengan aplikasi tersebut, para muda/i yang siap nikah jadi mudah dan terbantu mendapatkan jodohnya,” imbuh Heru.


















