Bandar Lampung (9/12). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lampung menggelar acara Bela Negara bagi tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dalam Pencegahan Radikalisme dan Ekstremis, dibuka Ka. Bakesbangpol yang diwakili Kepala Bidang Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Saprul, di Hotel Kryiad, Jl. Indra Kusuma, Bandar Lampung, Senin 9/12/2024. Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lampung mengikutsertakan Heri Sensustadi (Sekretaris), dan Biro PKOSB Sukadi.
Heri Sensustadi menyampaikan apresiasi dan mendukung kepada Bakesbangpol atas terselenggaranya acara Bela Negara, artinya bahwa Kesbangpol sangat peduli dalam rangka untuk terus menerus mengedukasi kepada tokoh masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan Ekstremisme.
Dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya Ka. Bakesbangpol yang dibacakan Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Saprul mengatakan, upaya bela Negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, termasuk tokoh masyarakat, karena bela negara merupakan hak dan kewajiban warga negara.
Bela negara bukan hanya angkat senjata melakukan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara adalah wujud Bela Negara. “Strategi pertahanan Negara Indonesia menggunakan strategi pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya,” tegasnya
Melihat perkembangan dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, rasanya cukup berat beban negara dalam menghadapi berbagai persoalan baik menyangkut bidang politik, ekonomi maupun aspek sosial lain.
Dalam kesempatan itu, Saprul mengajak peserta Bela Negara untuk benar-benar dapat menumbuhkembangkan semangat bela negara, meningkatkan pengetahuan serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa, terutama dalam menggelorakan semangat kebangsaan kepada masyarakat, dalam mencegah radikalisme dan Ekstremisme “Peran keluarga, tokoh masyarakat sangat penting dalam upaya kolaboratif mencegah masuk dan menyebarnya paham radikal-terorisme,” imbuhnya
Peserta Bela negara terdiri para tokoh masyarakat dari berbagai paguyuban, etnis, yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), antara lain Paguyuban Pasundan, Keluarga Besar Paku Banten, KBBS, KBSB, KKSS, Pangenyongan, (Pop) Lampung Sai, Ikop, Kemala, Paku Banten, Himni, Hikam, Kembang Lampung, Paguyuban Bali, dan lain-lain.


















