Bandar Lampung (23/8). Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Yaumil Khair, bersama jajaran pengurus harian mengikuti Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) Seri II Tahun 2025. Kegiatan hasil kolaborasi DPP LDII, MPR RI, dan Lemhannas ini digelar secara offline di Grand Ballroom Minhaajurrasyidiin, Jakarta, serta diikuti secara virtual oleh DPW, DPD, PC, dan PAC LDII di seluruh Indonesia.
SVK Seri II merupakan kelanjutan dari program pertama yang sukses digelar pada November 2024. Program ini relevan untuk menanamkan semangat kebangsaan dan nasionalisme, khususnya di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
Tahun ini, SVK berlangsung bersamaan dengan Rakornas III LDII 2025 dan menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya H. Dahnil Anzar Simanjuntak (Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji), Prof. H. Singgih Trisulistyono (Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro), Teuku Rahmatsyah (Koordinator II Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI), serta H. TB. Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lemhannas RI).
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso menekankan tiga aspek utama yang menjadi fokus Rakornas: kebangsaan, peningkatan kualitas SDM, dan kesehatan. Menurutnya, ketiga hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah. Ia juga menyoroti isu moderasi beragama, toleransi, peningkatan SDM melalui program Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis, serta penanganan stunting dan layanan kesehatan masyarakat.
“Rakornas III kali ini digabungkan dengan SVK bersama Lemhannas. Kami menempatkan kebangsaan sebagai prioritas utama dalam Delapan Bidang Pengabdian LDII,” tegas KH. Chriswanto.

Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Yaumil Khair, menyambut baik pelaksanaan SVK Seri II. Ia menilai penggabungan SVK dengan Rakornas merupakan langkah tepat karena kebangsaan memang menjadi program utama LDII.
“DPD LDII Kota Bandar Lampung mendukung penuh SVK yang berkolaborasi dengan Lemhannas. Ini sejalan dengan komitmen kami menempatkan kebangsaan sebagai prioritas. Program ini akan memperkokoh cinta tanah air, semangat bela negara, serta menguatkan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Yaumil.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya internalisasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila harus hidup dan menyatu dalam jiwa masyarakat Indonesia. Tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata. Inilah benteng persatuan bangsa di tengah arus globalisasi dan dinamika zaman,” pungkasnya.

















