Bandar Lampung (19/3). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penentuan awal bulan Hijriah melalui kegiatan rukyatul hilal. Konsistensi ini menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat Islam, khususnya dalam mendukung pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan pemerintah daerah.
Pada pengamatan hilal 19 Maret 2026 hari ini, Tim Rukyatul Hilal LDII Lampung turut ambil bagian bersama berbagai pihak terkait. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Kampus ITERA, tepatnya di Rooftop Gedung Kuliah Umum (GKU) 2. Lokasi ini dipilih sebagai alternatif lantaran teleskop utama Observatorium Astronomi ITERA, OZT-ALTS, dilaporkan sedang dalam masa perawatan.
Keikutsertaan LDII dalam rukyatul hilal tidak hanya sebatas hadir, namun juga aktif menerjunkan tim yang telah dibekali kemampuan teknis dan pemahaman syariat. Tim ini terdiri dari pengurus dan anggota LDII yang telah mengikuti berbagai pelatihan rukyat hilal, baik yang diselenggarakan secara internal maupun bekerja sama dengan instansi terkait. Hal ini menjadi bukti keseriusan LDII dalam menjaga kualitas dan profesionalitas pengamatan hilal.
Selain itu, LDII Lampung juga secara konsisten menyelenggarakan pelatihan rukyatul hilal sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia. Pelatihan ini mencakup aspek teori falak, penggunaan alat optik, hingga praktik langsung di lapangan. Dengan demikian, diharapkan para peserta mampu berkontribusi secara ilmiah dan syar’i dalam proses penentuan awal bulan Hijriah.
Kehadiran LDII dalam setiap kegiatan rukyatul hilal juga menjadi bentuk sinergi dengan berbagai elemen, baik pemerintah, akademisi, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi ini penting dalam menghasilkan data pengamatan yang akurat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman metode penentuan awal bulan.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari ikhtiar yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, baik secara ilmiah maupun sesuai tuntunan syariat. Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk menyikapi hasil penetapan awal bulan dengan bijak.
“Apabila hilal tidak terlihat dan terjadi perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri, kami mengajak seluruh umat Islam untuk tetap mengedepankan ukhuwah Islamiyah, menjaga toleransi, saling menghormati, serta hidup dalam kerukunan dan kedamaian,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kontribusi yang berkelanjutan, LDII Lampung berharap kegiatan rukyatul hilal tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan umat dan meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.
















