Lampung Selatan (9/5). Ketua DPD LDII Lampung Selatan H. Sugiono menegaskan pentingnya penguatan nilai spiritual dan moral dalam menjaga kondusivitas daerah saat menghadiri penutupan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Lapangan Apel Polres, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (7/5). Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MHQ menjadi sarana strategis membangun generasi muda yang religius, berkarakter, dan dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Menjaga kondusivitas daerah tidak hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui penguatan nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat,” ujar Sugiono.

Ia menilai, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan hafalan Al-Qur’an, melainkan sarana mempererat ukhuwah dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MHQ hingga berjalan lancar. Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana menanamkan nilai kesejukan, persaudaraan, dan kedamaian di tengah masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, Kementerian Agama, pondok pesantren, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” kata Toni.
Ia berharap para peserta MHQ dapat menjadi generasi penerus yang membawa semangat kedamaian serta menjaga nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang menutup kegiatan secara resmi mengatakan bahwa MHQ memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang kemampuan menghafal, tetapi juga membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan karakter generasi muda yang berpegang pada nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Egi juga mengapresiasi jajaran Polres Lampung Selatan yang dinilai aktif membangun harmoni sosial dan spiritual melalui kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Pada penutupan kegiatan, panitia menyerahkan trofi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta doorprize sepeda kepada para pemenang lomba. Peserta terbaik memperoleh hadiah pembinaan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3 juta sesuai tingkatan juara. Selain itu, Bupati Lampung Selatan turut memberikan tambahan hadiah senilai total Rp25 juta bagi peserta yang belum meraih juara sebagai bentuk motivasi dan apresiasi.

















Lanjutkan ldii terus bersinergi