Pringsewu (18/3). Pengurus DPD LDII Kabupaten Pringsewu menghadiri forum silaturahim lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang difasilitasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pringsewu pada Selasa (17/3). Pertemuan ini menjadi momentum bagi LDII untuk mempertegas komitmennya dalam berkolaborasi menjaga kerukunan dan pendidikan karakter di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenag Pringsewu ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD LDII Pringsewu, Dian Arif Rahman, bersama sejumlah tokoh ormas besar lainnya seperti MUI, FKUB, NU, dan Muhammadiyah. Acara ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Pringsewu, Khuzil Afwa Kahuripan.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua FKUB Pringsewu KH. Mahfudz Ali menekankan pentingnya penguatan kerukunan umat melalui program Saung Kerukunan dan rencana pembangunan Tugu Kerukunan sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat lintas agama.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah H. Giyarto menyampaikan peran aktif Muhammadiyah yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Ia juga mengapresiasi inisiatif Kepala Kantor Kementerian Agama yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Apresiasi senada juga disampaikan Ketua Forum Pondok Pesantren KH. Muhammad Ghufron Sayuti yang menilai bahwa pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi para tokoh dan organisasi keagamaan untuk saling bertukar gagasan, memperkuat ukhuwah, serta membangun sinergi dalam pembinaan umat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Pringsewu H. Khuzil Afwa Kahuripan menyampaikan bahwa pertemuan ini selain sebagai ajang perkenalan, juga bertujuan mempererat ukhuwah serta meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Kementerian Agama dengan ormas dan lembaga keagamaan di Kabupaten Pringsewu.
“Saya berharap pertemuan seperti ini bukan hanya sekadar seremonial semata tanpa membuahkan ide dan gagasan, tetapi mampu melahirkan masukan-masukan yang bermanfaat serta memperkuat upaya kita bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama,” ungkapnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, dalam audiensi tersebut turut menyoroti tantangan pembinaan umat yang kian kompleks. Menurutnya, dinamika sosial saat ini memerlukan respons cepat melalui kerja sama lintas sektoral yang terukur.
“”Kami menyadari tantangan ke depan memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dengan seluruh elemen masyarakat termasuk LDII. Kami berharap dapat terus menjalin kerja sama dalam berbagai program pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan demi terwujudnya masyarakat Pringsewu yang rukun, maju, dan sejahtera,” ujar Dian.
Menanggapi berbagai saran dan pendapat yang berkembang, H. Khuzil Afwa Kahuripan menyatakan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi serta memperkuat koordinasi secara berkelanjutan. Ia juga berencana menjadikan forum tersebut sebagai agenda rutin.
“Kami akan mengintensifkan pertemuan ini menjadi forum komunikasi antar ormas secara berkala, mudah-mudahan bisa dilaksanakan setiap empat bulan sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khuzil menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di Kabupaten Pringsewu merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh tokoh agama dan ormas termasuk LDII untuk terus menjaga komunikasi, saling menghormati, serta mengedepankan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan, saling pengertian, dan komunikasi yang baik, insya Allah Pringsewu akan tetap menjadi daerah yang harmonis, damai, dan menjadi contoh dalam menjaga kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

















