Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
Home Artikel Umum

Menjadi ‘Khadijah Masa Kini’, Menjadi Wanita Mulia dan Berbakti

by Admin
April 12, 2022
in Artikel Umum
0
Menjadi ‘Khadijah Masa Kini’, Menjadi Wanita Mulia dan Berbakti

bbc.com

6
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

ldiilampung.com Kisah Khadijah RA istri pertama Rasulullah SAW merupakan salah satu kisah yang membekas bagi umat Islam, terutama muslimah. Diceritakan dalam kisah, Khadijah RA merupakan seorang wanita berparas cantik, kaya raya, dan keturunan bangsawan. Beliau juga merupakan wanita yang sangat cerdas dan memiliki karakter tangguh, dan luhur. Tak heran, dengan segala keunggulan yang dimiliki, Khadijah menjadikan banyak lelaki dari kaum bangsawan mengaguminya, tapi tak sedetikpun Khadijah tergoda oleh mereka.

Sebelum menikah dengan Rosulullah, Khadijah telah menikah sebanyak dua kali. Suami pertama, Atiq bin A’id Al-Makhzumi, meninggal saat Khadijah berusia 20 tahun. Bersamanya, lahir seorang putra yang diberi nama Hala. Kemudian, beliau menikah lagi dengan seorang lelaki bernama Abu Halah bin Nabbasy At-Tammi, yang bersamanya mereka memiliki seorang putri bernama Hindun binti Abu Halah. Namun sayangnya, suami kedua juga meninggal dunia.

Sepeninggal Abu Halah, Khadijah memutuskan menutup pintu hatinya untuk pria manapun dan fokus pada pekerjaan dan kedua anaknya. Beliau mengurus bisnis perdagangannya hingga mencapai kesuksesan yang sanget besar. Diceritakan bahwa Khadijah memiliki 80.000 ekor unta yang tersebar di berbagai pelosok, juga memiliki kekayaan di berbagai negeri seperti Mesir, Habasyah (Ethiopia), dan beberapa daerah lain. Kekayaannya yang sungguh melimpah, kecantikan paras, kemuliaan sifat, dan kecerdasan pemikiran membuat pria manasaja tertarik untuk meminang Khadijah. Tapi Khadijah menolak mereka semua dan memutuskan untuk tetap konsentrasi pada bisnis dan kedua anaknya.

Sampai suatu malam, Khadijah memimpikan hal yang cukup aneh dalam tidurnya. Ia berkonsultasi kepada sepupunya yang merupakan pendeta kondang guna mengartikan mimpi tersebut. Sepupunya yang memiliki nama Waroqoh Bin Naufal itu menjawab bahwa Khadijah akan kedatangan seorang pria yang mulia lagi agung yang akan meminangnya. Lelaki yang akan datang tersebut juga merupakan seseorang yang diberi kemahsyuran tanpa henti oleh Sang Pencipta.

Singkat cerita, lelaki yang dimaksud adalah Rasulullah SAW. Saat itu, Muhammad bin Abdullah hanyalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang sangat sederhana namun sangat mulia budi pekertinya. Rosululloh kemudian meminang Khadijah yang saat itu berusia 40 tahun dengan mahar 20 ekor unta.

Khadijah yang memiliki harta kekayaan melimpah, menyerahkan semua miliknya kepada suaminya, Muhammad. Melalui pernikahan tersebut, lahir enam orang anak, dua putra bernama Qasim dan Abdulloh (yang mana keduanya meninggal saat masih kecil), serta empat orang putri bernama Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fatimah.

Khadijah dan Muhammad hidup bahagia bersama putra-putri mereka. Hingga suatu hari, Muhammad menerima wahyu untuk pertama kalinya, “Iqra’” yang artinya “Bacalah!” di Gua Hira’ tepatnya pada 17 Ramadhan 13 SH atau 6 Agustus 610 M. Sejak saat itu Muhammad menjadi Rasul terakhir dan menyibukkan diri berdakwah kesana kemari.

Dalam perjalanan dakwahnya, seperti yang diketahui, Rasulullah menerima banyak sekali tantangan dan rintangan. Beliau dihina, dicaci, dimaki, dihalang-halangi oleh orang-orang kafir, bahkan sampai dijuluki orang gila. Tak hanya sampai disitu, orang-orang Kafir Quraisy memboikot dan mengasingkan Rosulullah beserta keturunan Bani Hasyim ke sebuah pegunungan di pinggiran Mekkah. Meski bukan keturunan Bani Hasyim, Khadijah tetap mendampingi suaminya dengan setia dan tak tanggung-tanggung menggelontorkan seluruh harta kekayaannya demi membantu dakwah sang suami tercinta.

Keadaan ekonomi mereka makin memburuk, hingga sampai titik mereka seringkali tak memiliki apapun untuk dimakan. Dalam kisah diceritakan, suatu hari saat Rosulullah pulang berdakwah, melihat istrinya menyusui Fatimah yang masih bayi, namun yang keluar bukanlah air susu melainkan darah. Rosulullah kemudian menggendong Fatimah dan menidurkannya diatas ranjang. Lalu Rosululloh merebahkan kepalanya di pangkuan Khadijah.

Dengan lembut, Khadijah membelai suaminya yang semakin terlelap, sambil menangis haru. Tetesan air matanya jatuh ke pipi Rosulullah yang dalam sekejap membuat Sang Utusan terjaga. Beliau melihat istrinya menangis lalu bertanya, “Apa yang sedang kau tangisi, wahai istriku? Apakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”

Beberapa kali Rosululloh mengulang pertanyaan yang sama untuk memastikan jawaban dari istrinya. Dulu, Khadijah merupakan wanita yang mulia, kaya raya, dipuja semua orang, namun sekarang, ia jatuh miskin, dihina, dicaci, hingga bahkan sering kelaparan dan tidak dapat menyusui dengan layak.

Namun Khadijah menjawab, “Sungguh bukan itu yang aku tangiskan, wahai Rosulullah. Dulu memang aku adalah seorang wanita bangsawan. Namun kebangsawananku telah aku berikan kepada Allah dan Rosul-nya. Dulu memang aku wanita yang tinggi derajat dan banyak hartanya, namun semua itu telah aku berikan kepada Allah dan Rosul-Nya.

Sekarang aku bukanlah apa-apa, namun engkau masih terus memperjuangkan agama Allah. Sekiranya kalau nanti aku wafat namun perjuanganmu belum usai, lalu engkau ingin menyebrangi sungai maupun lautan tetapi tak ada satupun rakit maupun jembatan, maka galilah liang kuburku, ambil tulang belulangku untuk dijadikan rakit dan jembatanmu. Hingga engkau bisa bertemu manusia, kembali melanjutkan dakwahmu, dan tetap memperjuangkan agama Allah. Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, ingatkan mereka kepada yang haq, ajarkan mereka tentang Islam, wahai Rosululloh.”

Ucapan tersebut membuat Rosululloh semakin mengagumi dan mencintai istrinya. Kesetiaan, kasih sayang, cinta, pengorbanan, serta pengabdian Khadijah yang membuat Rosululloh tidak menikahi wanita manapun lagi selama Khadijah masih hidup. Hingga wafatnya Khadijah setelah 25 tahun pernikahan dengan Rosululloh, meninggalkan pilu dan duka lara bagi Sang Utusan selama satu tahun lamanya. Wanita pertama yang dinikahinya, wanita yang mulia akhlaknya, yang besar cinta dan pengorbanannya, yang membuat Rosululloh tidak bisa dengan mudah melupakannya meski ia telah tiada.

Dari kisah perjuangan Khadijah tersebut, kita dapat menyimpulkan setidaknya ada beberapa sifat mulia Khadijah sebagai wanita, diantaranya:

  1. Menjaga Kehormatan dan Tidak Gila Harta

Terbukti saat Khadijah ditinggal wafat oleh suami keduanya, beliau fokus untuk mengurus bisnis dan anaknya. Beliau tidak tergoda dengan lelaki manapun bahkan memutuskan menutup hatinya hingga akhirnya datang lelaki mulia nan agung bernama Muhammad yang meminangnya dengan mahar yang tak sepersepun sebanding dengan kekayaannya.

  1. Mandiri dan Cerdas

Kemandirian Khadijah dalam mengurus bisnis patut diacungi jempol. Untuk kaum Quraisy zaman jahiliyah, dimana biasanya wanita hanya dijadikan budak, alat pemuas nafsu, bahkan diperlakukan seperti halnya pelayan, Khadijah memiliki kecerdasan hingga bisa mengekspansi bisnis hingga ke mancanegara dan menjadi wanita yang sangat mandiri. Ia tidak pernah bergantung pada orang lain atau ‘menumpang’ pada orang lain atas urusannya.

  1. Setia dan Berbakti

Karakter ini ditunjukkan saat Khadijah mengalami perubahan drastis dalam hidupnya yang semula bergelimang harta lalu jatuh hingga miskin papa. Namun, besarnya kesabaran dalam menetapi Islam, kesetiaan menemani sang suami yang merupakan seorang utusan, tidak menggoyahkan hati Khadijah untuk mengeluh atau murka dengan keadaan. Beliau telah menerapkan bakti yang sungguh sebagaimana seorang istri harus berbakti kepada suaminya.

Dapat disimpulkan dari karakter Khadijah RA bahwa kemuliaan seorang wanita bisa didapatkan dengan menerapkan praktik yang mencerminkan beberapa sifat diatas. Meski hidup di zaman modern seperti sekarang, bukan berarti hal yang mustahil untuk para muslimah berusaha menjadi ‘Khadijah Masa Kini’. Meneladani sifat istri pertama Rosululloh bisa dimulai dengan melakukan hal-hal kecil yang berada di sekitar. Selain itu, memiliki akhlaqul karimah juga didukung dengan menghindari hal-hal yang menjuru pada kemaksiatan, serta berdoa yang dilakukan terus menerus. Semoga Allah paring hidayah kepada semua muslimah yang berusaha meneladani sifat mulia istri pertama Rosulullah, Khadijah RA, aamiin yaa robbal alamin.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
mensholati jenazah

Praktek Sholat Jenazah dan Keutamaannya

March 14, 2025
Musda VIII, LDII Bandar Lampung Punya Nahkoda Baru

Musda VIII, LDII Bandar Lampung Punya Nahkoda Baru

December 6, 2025
Pengajian Sarimbit LDII Bandar Lampung: Bekali Pasutri Kunci Sukses Pernikahan Abadi

Pengajian Sarimbit LDII Bandar Lampung: Bekali Pasutri Kunci Sukses Pernikahan Abadi

December 2, 2025
Kreatif di Era Digital: Cara Keputrian Irmas Sejati Siapkan Remaja Putri Berdaya Finansial

Tiga Atlet Muda LDII Pemanggilan Antarkan FORSGI Bandar Lampung Juarai Festival Atlantik

December 25, 2025
Panduan Syar’i Cara Bersuci

Panduan Syar’i Cara Bersuci

1
Isi Libur Sekolah, PAC LDII Sumur Batu Gelar Pesantren Kilat untuk Penguatan Karakter Generasi Muda

Isi Libur Sekolah, PAC LDII Sumur Batu Gelar Pesantren Kilat untuk Penguatan Karakter Generasi Muda

0
Bupati Pesawaran Melalui Staf Ahli Resmikan Pusat Keunggulan Sepak Bola Ponpes Binaan LDII

Bupati Pesawaran Melalui Staf Ahli Resmikan Pusat Keunggulan Sepak Bola Ponpes Binaan LDII

0
Bekali Kemandirian, Generasi Muda LDII Pemanggilan Dalami Ilmu Kecerdasan Keuangan

Bekali Kemandirian, Generasi Muda LDII Pemanggilan Dalami Ilmu Kecerdasan Keuangan

0
Isi Pengajian Akhir Tahun LDII, Polsek Jati Agung Beri Edukasi Bahaya Judi Online dan Perundungan

Isi Pengajian Akhir Tahun LDII, Polsek Jati Agung Beri Edukasi Bahaya Judi Online dan Perundungan

January 2, 2026
Ngaji Akhir Tahun PC LDII Gedong Tataan: Ajak Generasi Muda Tingkatkan Iman dan Taqwa

Ngaji Akhir Tahun PC LDII Gedong Tataan: Ajak Generasi Muda Tingkatkan Iman dan Taqwa

January 2, 2026
Melihat LDII Lebih Dekat: Riset Dr. Ahmad Ali Bawa Pesan Sejuk dari Rais Syuriah PWNU Lampung

Melihat LDII Lebih Dekat: Riset Dr. Ahmad Ali Bawa Pesan Sejuk dari Rais Syuriah PWNU Lampung

January 2, 2026
Buka Pesantren Kilat LDII, Kades Sindang Sari Apresiasi Pembinaan Generasi Muda

Buka Pesantren Kilat LDII, Kades Sindang Sari Apresiasi Pembinaan Generasi Muda

January 2, 2026

NASEHAT

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun
Dakwah Islam

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

by LINES DPW LDII Lampung
December 30, 2025
0

Oleh Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto Hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, kita akan meninggalkan tahun 2025 dan...

Read more
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

December 10, 2025
Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

April 29, 2025
8 Cara Memaksimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan

8 Cara Memaksimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan

March 23, 2025
Makna, Keutamaan dan Doa Malam Lailatul Qadar

Makna, Keutamaan dan Doa Malam Lailatul Qadar

March 20, 2025

DPW LDII Lampung

Jl. Bumi Jaya 1 (Soekarno-Hatta) No. 10 RT. 04 Kel. Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Indonesia

e-mail: ldiilampung@gmail.com

BERITA TERKINI

  • Isi Pengajian Akhir Tahun LDII, Polsek Jati Agung Beri Edukasi Bahaya Judi Online dan Perundungan January 2, 2026
  • Ngaji Akhir Tahun PC LDII Gedong Tataan: Ajak Generasi Muda Tingkatkan Iman dan Taqwa January 2, 2026
  • Melihat LDII Lebih Dekat: Riset Dr. Ahmad Ali Bawa Pesan Sejuk dari Rais Syuriah PWNU Lampung January 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Redaksi
  • Sejarah
  • Tentang LDII
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

CATEGORY

  • Home
  • Redaksi
  • Sejarah
  • Tentang LDII
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.