Pesawaran (26/12). Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Lampung memberikan pengakuan resmi terhadap Sekolah Sepak Bola (SSB) Babunnajah sebagai institusi pembinaan talenta muda pertama di Provinsi Lampung yang mengintegrasikan sistem pondok pesantren. Legalitas ini dikonfirmasi dalam peresmian gedung baru di Desa Sungai Langka, Pesawaran, Senin (22/12).
Sekretaris Asprov PSSI Lampung, Mursalin Lamo, memberikan apresiasi tinggi atas langkah berani ini. Ia menegaskan bahwa Sekolah Sepak Bola (SSB) Babunnajah kini menjadi satu-satunya SSB berbasis pondok pesantren yang telah resmi terafiliasi dengan PSSI di tingkat provinsi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini adalah amanah yang selaras dengan diskusi kami bersama Kemenag Lampung untuk mendorong pembinaan atlet di lingkungan pesantren. SSB Babunnajah membuktikan baahwa kolaborasi antara belajar, mengaji, dan bermain bola akan melahirkan pemain yang tidak hanya bertalenta, tetapi juga memiliki disiplin dan sportivitas tinggi di lapangan,,” ungkap Mursalin.
Lebih lanjut, Mursalin menekankan pentingnya disiplin dan karakter yang menjadi fondasi utama di pesantren sebagai modal atlet profesional. “Sepak bola itu soal disiplin dan skill. PSSI akan terus memberikan pembinaan serta dukungan bagi SSB yang aktif dan berprestasi seperti ini. Kami berharap santri Babunnajah terus mengasah kemampuannya agar mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua Yayasan Babunnajah Al Munawir, H. Warsono, menjelaskan bahwa lahirnya Babunnajah Football Academy (Buba) binaan LDII dan Forsgi ini merupakan upaya menciptakan generasi emas yang seimbang secara akademik dan non-akademik. Di sini, aktivitas olahraga dipandang sebagai bagian dari ibadah dan pembentukan karakter. Ia meyakini bahwa ketaatan spiritual dan ketangkasan fisik adalah dua hal yang saling menguatkan.
“Kami tidak hanya ingin mencetak pemain bola, tetapi insan yang profesional dan religius. Bagi kami, kedisiplinan seorang santri dalam menjaga salat lima waktu adalah fondasi utama untuk disiplin dalam latihan fisik di lapangan. Target kami sangat jelas, kami ingin melihat santri dari Babunnajah ini berlaga di Liga 1, Liga 2, bahkan hingga ke kancah internasional tanpa meninggalkan identitas santri mereka,” tegas Warsono
Lebih lanjut, Warsono mengungkapkan meski fasilitas pendukung seperti stadion dan akses jalan masih terus diupayakan pembangunannya, prestasi santri Babunnajah tidak diragukan lagi. Banyak prestasi gemilang yang telah mereka torehkan. Setelah menjuarai Piala Soeratin di berbagai rayon pada 2024 dan 2025, dalam waktu dekat tim ini dijadwalkan melakoni uji coba (interpreo) dengan klub elit Persib Bandung dan Persija Jakarta.
“Melalui wadah ini, kami berkomitmen mencetak generasi emas yang jago bermain bola sekaligus menjadi mubaligh yang santun dan berkarakter luhur,” pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan peresmian gedung baru Pusat Unggulan Sepak Bola secara simbolis oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Chabrasman, S.T., yang hadir mewakili Bupati Pesawaran, Nanda Indira. Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyatakan dukungan penuh atas kehadiran pusat keunggulan sepak bola pertama di Lampung ini sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda Pesawaran.



















Disiplin sepak bola sejak Dini prestasi menenanti