Natar (28/12). Menutup kalender pembelajaran tahun 2025, ratusan santri pendidikan agama non-formal di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, mulai menerima laporan hasil belajar atau raport.
Pembagian raport ini dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi kualitas pendidikan agama, serupa dengan sistem yang diterapkan pada sekolah formal.
Rangkaian pembagian raport ini dimulai secara bertahap sejak Sabtu (27/12). Dua unit pendidikan yang mengawali kegiatan ini adalah TPA/TPQ Al Falah di RT 07 Serbajadi 2 dan TPA/TPQ Baitul A’la di RT 05 Serbajadi 2.
Setelah kedua lokasi tersebut, pembagian laporan hasil belajar ini akan terus berlanjut ke TPA/TPQ lainnya di wilayah Pemanggilan dengan target penyelesaian seluruhnya sebelum akhir tahun 2025.
Penanggung Jawab Program (PJP) PAC LDII Pemanggilan, Ustadz Sabiich, mengungkapkan bahwa pemberian raport ini adalah bagian penting dari siklus pendidikan untuk menjaga mutu pengajaran.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian pembelajaran tiap semester. Sekaligus sebagai tolok ukur untuk peningkatan pembelajaran bagi para guru dan penguasaan materi bagi para santri,” ujar Ustadz Sabiich, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri tersebut.
Guna memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga, Ustadz Sabiich melakukan koordinasi intensif dengan para PJP di tiap TPA/TPQ. Pengawasan dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui forum musyawarah bulanan.
Sistem koordinasi ini memungkinkan PAC LDII Pemanggilan untuk memonitor setiap kendala yang muncul dalam proses belajar-mengajar. Dengan adanya laporan yang terukur, setiap permasalahan dapat dicarikan solusi dengan cepat dan tepat demi menjaga standar pendidikan agama bagi generasi muda di wilayah Pemanggilan.


















