Way Jepara (23/12). Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW–DPD LDII se-Provinsi Lampung Triwulan IV Tahun 2025, Minggu (21/12), di Pondok Pesantren Al-Manar Khamilal Qur’an, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.
Rakorwil tersebut diikuti Dewan Penasihat, pengurus harian DPW LDII, serta ketua dan sekretaris dari 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII kabupaten/kota se-Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pengurus dan Tata Kelola Organisasi untuk Mewujudkan Program Kerja LDII Lampung Tahun 2026 yang Efektif dan Terpadu.”
Kegiatan Rakorwil bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional sekaligus menyelaraskan program kerja antara DPW dan seluruh DPD LDII se-Provinsi Lampung. Keselarasan program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran serta kontribusi LDII dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Heri Sensustadi, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan melalui peningkatan kinerja pengurus. Menurutnya, Rakorwil harus mampu menghasilkan keputusan strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas organisasi. “Performa pengurus yang baik akan berdampak pada pengelolaan organisasi yang profesional. Dengan demikian, LDII akan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan dinamika masyarakat,” ujar Heri.
Ia juga menegaskan pentingnya kesinambungan program pembinaan generasi muda. Pembentukan sumber daya manusia profesional religius dengan 29 karakter luhur, menurutnya, merupakan program strategis yang harus terus diperkuat. “Dengan generasi muda yang berkualitas, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar wacana, tetapi dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. M. Miftah Falah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 didominasi oleh generasi muda sebagai wujud keberhasilan regenerasi kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya mentoring dan pendampingan agar para pengurus baru mampu menjalankan tugas dan fungsi organisasi secara optimal.
Menurutnya, Rakorwil menjadi forum strategis untuk meningkatkan kapasitas pengurus, khususnya dalam aspek kepemimpinan dan tata kelola organisasi. “Oleh karena itu, Rakorwil ini sangat penting kami ikuti agar kepengurusan LDII, khususnya di Kota Bandar Lampung, ke depan semakin baik melalui penguatan kapasitas pengurus dan pengelolaan organisasi sesuai dengan tema kegiatan,” ujarnya.
Rakorwil yang diikuti lebih dari 200 peserta tersebut juga menghadirkan pemateri dari tiga organisasi mitra LDII, yakni Persinas ASAD, Senkom Mitra Polri, dan Forsgi Lampung. Ketiga organisasi tersebut sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan LDII di tingkat nasional sebagai upaya memperkuat sinergi dalam bidang keamanan, pembinaan karakter, serta pengembangan potensi generasi muda.


















