Natar (3/1). Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembinaan karakter generasi muda, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Hajimena bekerja sama dengan Majelis Taklim Al-Muttaqin menggelar kegiatan inovatif di malam pergantian tahun. Kegiatan yang berlangsung di Bedeng VI Hajimena, Natar, Lampung Selatan ini memadukan pengajian akhir tahun dengan pembagian rapor santri semester ganjil 2025/2026, Rabu (31/12/2025).
Penanggung Jawab Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Ustadz M. Fauzi Hasran, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan strategi untuk mengalihkan remaja dari kegiatan negatif yang sering terjadi pada malam tahun baru. Menurutnya, menghabiskan waktu di masjid jauh lebih bermanfaat dibandingkan terjebak dalam budaya hura-hura di luar sana.
“Kami memanfaatkan momen ini untuk pengajian pembinaan iman sekaligus membagikan rapor santri. Ini adalah langkah kami agar waktu mereka tetap terisi dengan hal-hal yang positif,” ujar Ustadz Fauzi.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Banyaknya jumlah santri yang mencapai ratusan orang menjadikan malam pergantian tahun sebagai waktu yang ideal untuk mengumpulkan seluruh santri bersama-sama.
Ustadzah Laili, salah satu tenaga pengajar di KBM Al-Muttaqin, menambahkan bahwa pembagian rapor ini menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan santri. “Rapor ini berfungsi sebagai bahan evaluasi bagi guru maupun orang tua untuk melihat capaian pembelajaran santri selama satu semester terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, Takmir Masjid sekaligus Wakil Ketua PAC LDII Hajimena, Sulardi, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud sinergi LDII dalam menjaga moralitas generasi penerus. Seluruh rangkaian pembinaan di Majelis Taklim Al-Muttaqin berada dalam koordinasi langsung dengan PAC LDII Hajimena.
“Pengajian akhir tahun maupun pembagian rapor ini merupakan sumbangsih LDII dalam pembinaan generasi muda. Kami mengedepankan kolaborasi untuk memastikan pembinaan berjalan berkesinambungan dan tepat sasaran,” pungkas Sulardi.
Melalui integrasi antara pengajian akhir tahun dan evaluasi belajar ini, LDII Hajimena berharap para santri tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan di tahun yang baru. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi profesional religius di masa depan.

















