Bandarlampung (30/03) “Egoisme golongan hanya akan membawa kehancuran”. Ujar Mba Nunik sapaan wakil Gubernur Lampung dalam sambutanya diacara pengukuhan Penasehat dan pengurus FKUB Provinsi Lampung, di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung.
Dalam sambutanya, Wagub Perempuan pertama di Lampung tersebu,mengatakan bahwa kerukunan dan toleransi sangat urgent bagi indonesia yang majemuk.
“Turut berduka atas bom di makasar, Tidak ada agama mana pun yang mengajarkan kebencian kepada sesama manusia. Selamat atas pengukuhan dewan dewan penasehat dan pengurus FKUB Provinsi Lampung, semoga kepengurusan ini mampu menjalankan tugas dan mengemban amanah memberikan yang terbaik untuk provinsi Lampung, Kerukunan dan toleransi umat beragama merupakan hal yang urgent dalam jalannya bangsa Indonesia”
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D. yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat FKUB Provinsi Lampung, Ketua Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, dan jajaran pejabat setempat lainnya. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Lampung Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D. menaruh harapan besar pada kepengurusan yang baru terutama dalam menjaga kemajemukan umat beragama.
“FKUB merupakan miniatur kebinekaan Indonesia. Semoga bisa menjadi ruang temu untuk mengayomi umat beragama dari berbagai kelompok. Pemerintah juga menaruh harapan besar agar dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.
Dr. Muhammad Bahrudin M.Ag yang dipilih menjadi Ketua FKUB Provinsi Lampung periode 2021-2025 dalam sambutannya turut menyampaikan laporan terkini mengenai kondisi terkini kehidupan umat beragama di Provinsi Lampung. Secara umum, menurut Dosen Pascasarjana UIN RIL tersebut Provinsi Lampung dapat dikatakan sangat kondusif, harmonis, rukun dan damai.
“Hanya saja di beberapa daerah, seperti di Pringsewu, Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung terdapat gesekan kecil antar umat beragama. Permasalahan tersebut pada umumnya masih dapat teratasi dengan baik melalui musywarah semua pihak sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial atau konflik,” tutup pria dengan latar belakang doktor dibidang ilmu syariah tersebut.
Melalui kepengurusan yang baru diharapkan dapat menjadikan FKUB sebagai wadah koordinasi antar pengurus satuan umat beragama dengan pemerintah untuk membentuk iklim yg kondusif dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Karena kerukunan umat beragama merupakan hasil dari kesadaran bersama untuk mempersatukan bangsa.
Berdasarkan keputusan Gubernur Lampung No. G/133/VI.07/HK/2021 menetapkan yang diwakili oleh Drs. H. Heri Sensustadi yang merupakan sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung sebagai Wakil Bendahara. (Wendi/ Lines Lampung)


















