Metro (6/3). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Metro menggelar kegiatan pembagian takjil gratis bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Raya sekitar lampu merah Kota Metro pada Jumat (6/3).
Ketua DPD LDII Kota Metro, H. Muhadi, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Kami bersyukur kegiatan berbagi takjil pada Ramadan tahun ini dapat terlaksana dengan lancar. Sejak sore hari, para warga LDII telah bersiap untuk membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas di kawasan lampu merah Kota Metro,” jelasnya.
Menurut Muhadi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan karakter warga LDII untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud semangat kebersamaan warga LDII dalam memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbagi. Sebagaimana dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu,” terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahim antara LDII dan masyarakat Kota Metro.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Kami berharap melalui kegiatan sederhana ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ratusan paket takjil yang dibagikan terdiri dari berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kota Metro berharap nilai-nilai kepedulian sosial dan kebersamaan dapat terus tumbuh, tidak hanya selama bulan Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

















