Makkah (23/5). Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengapresiasi kesiapan pelayanan jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, perencanaan yang disusun Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tahun ini lebih matang dan terstruktur dibanding sebelumnya.
Hal itu disampaikan Romo Syafi’i usai mengikuti rapat koordinasi Amirulhaj di Makkah, Kamis (21/5). Ia menilai sistem pengaturan transportasi dan penempatan jemaah selama fase Armuzna telah dirancang secara detail.
“Ada petugas yang khusus mencatat kendaraan untuk jemaah murur maupun reguler. Hal seperti ini sebenarnya sederhana, tetapi baru kali ini benar-benar diterapkan dengan baik,” ujarnya.
Romo juga menyoroti penerapan sistem penempatan tenda wukuf di Arafah berbasis nama jemaah atau by name. Menurutnya, langkah tersebut menjadi terobosan penting untuk meningkatkan kenyamanan dan ketertiban jemaah selama menjalani ibadah puncak haji.
Ia mengaku terharu melihat keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan pelayanan haji tahun ini, mulai dari keberangkatan, akomodasi, hingga skenario saat fase Armuzna.
“Ini menjadi harapan besar yang selama ini diinginkan jemaah haji Indonesia,” katanya.
Selain akomodasi, pemerintah juga memastikan kesiapan logistik dan konsumsi bagi jemaah, termasuk penyediaan makanan siap saji selama fase puncak haji.
Di bidang kesehatan, Romo Syafi’i menilai koordinasi antara Kemenhaj RI dan otoritas Arab Saudi berjalan baik. Edukasi kesehatan yang diberikan kepada jemaah dinilai berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skenario pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama puncak haji berlangsung.
Romo menegaskan, berbagai langkah mitigasi yang disiapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan haji Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah Arab Saudi. Kemenhaj RI bahkan menerima undangan resmi dari Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sebagai bentuk penghargaan atas kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini.
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Kementerian Haji dalam mempersiapkan pelayanan bagi jemaah,” pungkasnya.

















