Lampung Timur (6/7). Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Muhammad Aditya, menegaskan bahwa Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) merupakan ujung tombak yang menentukan citra LDII di tengah masyarakat. Karena itu, pengurus di tingkat akar rumput dituntut tidak hanya aktif menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan karya, kontribusi, dan komunikasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Aditya dalam materi “Optimalisasi Peran PC dan PAC” pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Baitul Muttaqin, Pasir Sakti, Lampung Timur, Minggu (5/7).
Menurut Aditya, keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan seremonial ataupun rapat yang diselenggarakan, melainkan dari sejauh mana organisasi mampu memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat. “Keberhasilan LDII tidak hanya diukur dari besarnya organisasi, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat. PC dan PAC adalah ujung tombak organisasi. Wajah LDII di mata masyarakat bukan ditentukan oleh pengurus pusat atau wilayah, tetapi oleh bagaimana PC dan PAC hadir, melayani, membangun komunikasi, serta memberikan karya dan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Aditya menjelaskan bahwa penguatan PC dan PAC harus diawali dengan pemahaman yang utuh terhadap jati diri organisasi, sejarah perjalanan LDII, tata kelola organisasi, hingga implementasi delapan bidang pengabdian. Dengan memahami sejarah panjang organisasi sejak berdiri pada 1972 hingga Munas X Tahun 2026, para pengurus diharapkan memiliki fondasi yang kuat dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Ia juga mengingatkan bahwa LDII telah melalui berbagai fase perkembangan organisasi, mulai dari penguatan paradigma baru, penegasan independensi politik, Green Dakwah, hingga implementasi delapan bidang pengabdian untuk bangsa. Sejarah tersebut, menurutnya, menjadi pedoman bagi seluruh pengurus agar tidak kehilangan arah dalam menjalankan organisasi.
Dalam kesempatan itu, Aditya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengurus. Seorang pengurus, katanya, harus memiliki integritas, loyalitas terhadap keputusan organisasi, kemampuan manajerial, literasi digital, keterampilan komunikasi, serta mampu bekerja sama dalam tim. “Organisasi tidak bisa dijalankan dengan pola one man show. Pengurus harus mampu berkolaborasi, menyelesaikan persoalan secara bersama, dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana komunikasi organisasi,” ujarnya.
Selain penguatan internal, Aditya mendorong seluruh PC dan PAC untuk aktif membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, media massa, tokoh agama, dan berbagai pemangku kepentingan sesuai tingkatan masing-masing. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar keberadaan LDII semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga meminta agar seluruh bentuk kerja sama dan kegiatan sosial dipublikasikan secara masif sebagai bagian dari komunikasi organisasi yang positif. “LDII tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dan komunikasi harus terus dibangun agar masyarakat mengetahui kontribusi nyata organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Aditya mengingatkan pentingnya membangun budaya organisasi 3K, yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. Menurutnya, karya menjadi ukuran utama keberhasilan organisasi, kontribusi diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sedangkan komunikasi menjadi sarana membangun kepercayaan dan memperluas kolaborasi.
Dalam implementasinya, seluruh PC dan PAC didorong menyusun program kerja berdasarkan potensi wilayah masing-masing, baik di sektor pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan, pariwisata, maupun bidang lainnya. Program tersebut kemudian diwujudkan melalui implementasi delapan bidang pengabdian LDII, seperti dakwah, kebangsaan, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan, serta bidang-bidang strategis lainnya.
Sebagai ukuran keberhasilan, Aditya menyebut sejumlah indikator yang perlu dicapai oleh setiap PC dan PAC, antara lain tertib administrasi, program kerja yang berjalan, regenerasi kepengurusan, pembinaan generasi muda, implementasi delapan bidang pengabdian, meningkatnya kegiatan sosial, publikasi media yang aktif, komunikasi dengan pemerintah yang baik, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LDII.
Menutup arahannya, Aditya mengajak seluruh pengurus menjadikan Rakorwil sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.














