Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
Home Dakwah Islam

Ketika Allah Cemburu

by Administrator
June 3, 2026
in Dakwah Islam
0
Ketika Allah Cemburu

Ilustrasi gambar dibuar AI.

6
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Oleh Faidzunal A. Abdillah
Pemerhati Sosial dan Lingkungan, warga LDII di Serpong, Tangerang Selatan

Barangkali kata cemburu selama ini lebih sering kita pahami sebagai perasaan manusia. Ia identik dengan rasa khawatir kehilangan, takut tersaingi, atau tidak rela berbagi perhatian dengan yang lain. Namun dalam khazanah Islam, terdapat satu pemahaman yang jauh lebih dalam: Allah pun memiliki sifat ghirah atau kecemburuan.

Tentu saja, kecemburuan Allah tidak sama dengan kecemburuan manusia yang lahir dari kelemahan, kekurangan, atau ketergantungan. Kecemburuan Allah adalah kecemburuan yang suci, sempurna, dan penuh kasih sayang. Ia merupakan bentuk penjagaan-Nya terhadap hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah tampak ketika seorang mukmin melakukan sesuatu yang telah Allah haramkan baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah.”
(HR. Bukhari)

Hadis-hadis tersebut mengajarkan bahwa kecemburuan Allah bukanlah emosi yang lahir dari kebutuhan terhadap makhluk. Sebaliknya, ia merupakan wujud kasih sayang Allah yang tidak menghendaki hamba-Nya terjerumus ke dalam keburukan dan kehancuran.

Cinta yang Menjaga

Setiap manusia hidup dalam limpahan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Udara yang dihirup tanpa biaya, kesehatan yang sering kali terlupakan, rezeki yang datang dari jalan yang tidak disangka-sangka, hingga kemampuan untuk mengenal kebenaran—semuanya berasal dari Allah.

Namun sering kali manusia justru menggunakan nikmat tersebut untuk menjauh dari-Nya. Hati yang seharusnya dipenuhi rasa syukur malah dipenuhi kesombongan. Waktu yang diberikan digunakan untuk kemaksiatan. Bahkan tidak sedikit yang menggantungkan harapan dan rasa takutnya kepada selain Allah.

Di sinilah makna kecemburuan Ilahi menjadi relevan. Allah tidak rela ketika hati yang diciptakan untuk mengenal-Nya justru dipenuhi oleh selain-Nya.

Karena itu Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik…”
(QS. An-Nisa: 48)

Ayat ini menunjukkan betapa agungnya hak Allah atas hamba-Nya. Tauhid bukan sekadar konsep teologis, melainkan ikatan cinta dan penghambaan yang paling murni. Ketika seorang hamba mempersekutukan Allah, ia telah merusak hubungan yang menjadi tujuan utama penciptaannya.

Jangan Menduakan Cinta kepada-Nya

Allah juga berfirman:

“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 22)

Ayat ini seakan mengingatkan manusia agar tidak membagi loyalitas dan pengabdiannya kepada sesuatu yang tidak layak disembah. Sebab hanya Allah yang berhak menjadi pusat cinta, harapan, dan ketundukan seorang mukmin.

Dalam kehidupan modern, bentuk “menduakan” Allah tidak selalu berupa penyembahan berhala. Terkadang ia hadir dalam bentuk ketergantungan berlebihan pada dunia, jabatan, popularitas, kekayaan, atau manusia lain hingga melampaui kecintaan kepada Allah.

Ketika sesuatu menjadi pusat kehidupan dan menggeser posisi Allah dalam hati, saat itulah seorang hamba perlu melakukan introspeksi.

Larangan yang Lahir dari Kasih Sayang

Sifat cemburu Allah juga dapat dipahami melalui berbagai larangan yang ditetapkan-Nya.

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra: 32)

Menariknya, Allah tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi juga melarang segala hal yang mendekatkannya. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan betapa besar penjagaan Allah terhadap kehormatan, martabat, dan kesucian manusia.

Larangan-larangan Allah sejatinya bukan bentuk pembatasan yang memberatkan. Sebaliknya, ia adalah pagar yang melindungi manusia dari kerusakan yang sering kali tidak disadari.

Seakan Allah berfirman, “Jangan melangkah ke arah itu, karena Aku ingin engkau selamat.”

Allah Ingin Menjadi yang Paling Dicintai

Salah satu ayat yang paling menyentuh tentang kecintaan kepada Allah terdapat dalam firman-Nya:

“Katakanlah: jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah…”
(QS. At-Taubah: 24)

Ayat ini bukan mengajarkan agar manusia mengurangi cintanya kepada keluarga atau harta. Islam justru mengajarkan kasih sayang kepada sesama. Namun Allah mengingatkan bahwa tidak boleh ada sesuatu yang menempati posisi lebih tinggi daripada cinta kepada-Nya.

Inilah salah satu makna terdalam dari kecemburuan Ilahi: Allah menghendaki agar hati seorang mukmin tetap menjadikan-Nya sebagai tujuan utama kehidupan.

Teguran sebagai Bentuk Kasih Sayang

Menariknya, kecemburuan Allah tidak pernah menutup pintu taubat. Justru sering kali kecemburuan itu hadir dalam bentuk teguran.

Kadang seseorang merasakan kegelisahan setelah melakukan dosa. Ada kehampaan yang tidak dapat diisi oleh kesenangan dunia. Ada perasaan bersalah yang terus mengetuk hati. Semua itu bisa menjadi tanda bahwa Allah masih memanggilnya untuk kembali.

Betapa banyak manusia yang menemukan jalan hidayah justru setelah mengalami kegagalan, kehilangan, atau keterpurukan. Di balik peristiwa-peristiwa itu, terdapat kasih sayang Allah yang menginginkan hamba-Nya kembali ke jalan yang benar.

Karena itu, selama hati masih merasa gelisah ketika jauh dari Allah, selama masih ada penyesalan setelah berbuat dosa, sesungguhnya masih ada harapan besar. Itu adalah pertanda bahwa hubungan dengan Allah belum terputus.

Menjaga Hati Agar Tetap Milik-Nya

Pada akhirnya, kecemburuan Allah mengajarkan satu hal penting: hati manusia adalah amanah yang sangat berharga. Ia diciptakan untuk mengenal, mencintai, dan mengabdi kepada Sang Pencipta.

Maka jangan biarkan hati dipenuhi oleh sesuatu yang fana hingga melupakan Yang Maha Kekal. Jangan sampai kesibukan dunia mengaburkan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Sebab ada Allah Yang Maha Pengasih, Yang menjaga hamba-hamba-Nya dengan cinta yang paling suci. Dia tidak menginginkan kita tersesat. Dia tidak rela kita menjauh. Dan Dia selalu membuka pintu bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.

Mungkin itulah salah satu makna terindah dari kecemburuan Allah: sebuah cinta yang terus menjaga, menuntun, dan menunggu kepulangan hamba-Nya.

Tags: dpw ldii lampung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
mensholati jenazah

Praktek Sholat Jenazah dan Keutamaannya

March 14, 2025
Panduan Syar’i Cara Bersuci

Panduan Syar’i Cara Bersuci

March 25, 2019
praktek sholat tahajud

Praktek Melaksanakan Sholat Tahajud 1/3 Malam

November 25, 2014
LDII Kemiling Tebar 1.500 Paket Kurban Senilai Rp419 Juta

LDII Kemiling Tebar 1.500 Paket Kurban Senilai Rp419 Juta

June 2, 2026
LDII Lampung Selatan Dukung MHQ Hari Bhayangkara untuk Perkuat Nilai Spiritual Generasi Muda

LDII Lampung Selatan Dukung MHQ Hari Bhayangkara untuk Perkuat Nilai Spiritual Generasi Muda

1
LDII dan Pemkab Lampung Timur Bahas Desa Ekowisata Tematik Way Bungur

LDII dan Pemkab Lampung Timur Bahas Desa Ekowisata Tematik Way Bungur

1
PAC LDII Desa Siraman Gotong Royong Bersih Desa dan Dukung Pembangunan Drainase

PAC LDII Desa Siraman Gotong Royong Bersih Desa dan Dukung Pembangunan Drainase

1
LDII Lampung Tengah Hadiri Silaturahmi Kebangsaan, Dorong Lampung Rukun dan Damai

LDII Lampung Tengah Hadiri Silaturahmi Kebangsaan, Dorong Lampung Rukun dan Damai

1
Ketika Allah Cemburu

Ketika Allah Cemburu

June 3, 2026
Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat

Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat

June 3, 2026
Tumbuhkan Kemandirian, LDII Pringsewu Bekali Generus Literasi Keuangan dan Bisnis Digital

Tumbuhkan Kemandirian, LDII Pringsewu Bekali Generus Literasi Keuangan dan Bisnis Digital

June 2, 2026
Spirit Nabi Ibrahim AS Jadi Teladan, Ketua LDII Lampung Ajak Umat Tingkatkan Ketakwaan

Spirit Nabi Ibrahim AS Jadi Teladan, Ketua LDII Lampung Ajak Umat Tingkatkan Ketakwaan

June 2, 2026

NASEHAT

Ketika Allah Cemburu
Dakwah Islam

Ketika Allah Cemburu

by Administrator
June 3, 2026
0

Oleh Faidzunal A. Abdillah Pemerhati Sosial dan Lingkungan, warga LDII di Serpong, Tangerang Selatan Barangkali kata cemburu selama ini lebih...

Read more
Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

June 2, 2026
Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

December 30, 2025
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

December 10, 2025
Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

April 29, 2025

DPW LDII Lampung

Jl. Bumi Jaya 1 (Soekarno-Hatta) No. 10 RT. 04 Kel. Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Indonesia

e-mail: ldiilampung@gmail.com

BERITA TERKINI

  • Ketika Allah Cemburu June 3, 2026
  • Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat June 3, 2026
  • Tumbuhkan Kemandirian, LDII Pringsewu Bekali Generus Literasi Keuangan dan Bisnis Digital June 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

CATEGORY

Kirim Berita

📨
Klik Disini
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.