Pringsewu (1/6). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Pringsewu menggelar Sharing Session Kewirausahaan Affiliate Marketing di destinasi wisata alam Ndoro Putri Pagelaran, Minggu (31/5). Kegiatan yang diikuti 82 generasi penerus (generus) putra dan putri ini mengusung tema “Membangun Generasi Penerus LDII yang Profesional, Mandiri, dan Entrepreneurship di Era Digital”.
Untuk membekali para peserta, DPD LDII Pringsewu menghadirkan dua mentor sekaligus praktisi Affiliate Marketing, yakni Sandi Prayoga dan Joni Alfian.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret organisasi dalam membekali generus dengan karakter kemandirian, yang merupakan salah satu dari 6 Thobiat Luhur.
“Kemajuan teknologi digital bagaikan pisau bermata dua. Jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, maka akan menjadi sumber pengetahuan dan penghasilan yang produktif. Sebaliknya, jika tidak bijak, kita hanya akan menjadi konsumtif,” ujar Dian.
Dian menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan program 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya pada kluster ekonomi syariah/penguatan ekonomi umat dan teknologi digital. LDII berkomitmen mencetak insan profesional religius yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
“Anak-anak muda LDII harus menjadi generasi yang produktif dan mandiri. Jangan hanya menjadi penonton atau konsumen di media sosial, tetapi jadilah kreator dan entrepreneur digital,” tegasnya.
Dalam sesi materi, Sandi Prayoga memaparkan tahapan menjadi affiliator pemula. Menurutnya, kunci utama affiliate marketing terletak pada pemahaman produk, pembentukan citra diri (personal branding), serta konsistensi dalam membuat konten kreatif.
“Affiliate marketing adalah peluang besar karena modalnya relatif kecil, cukup dengan smartphone dan internet. Yang terpenting adalah konsisten, jujur dalam mengulas produk untuk membangun kepercayaan (trust) audiens, dan tidak mudah menyerah,” jelas Sandi.
Sementara itu, Joni Alfian mengisi sesi motivasi untuk membentuk mentalitas entrepreneur yang tangguh. Ia mengingatkan para generus bahwa kegagalan di awal usaha adalah bagian dari proses belajar.
“Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten bertahan, terus mengevaluasi diri, dan bersandar pada rida Allah melalui ikhtiar yang halal,” kata Joni.
Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Aulia Putri, salah seorang peserta, berharap program pembinaan ini terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Kami berharap setelah ini ada pendampingan berkala. Generus LDII punya potensi besar untuk mandiri secara ekonomi, sehingga kelak bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus berkontribusi bagi ekonomi digital nasional,” ungkap Aulia.
Acara yang berlangsung interaktif tersebut ditutup dengan praktik langsung pembuatan konten digital (copywriting dan editing video) serta sesi foto bersama. (Nasrul Azhar/Lines Lampung)

















