Bandar Lampung (5/5). Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh, menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung di ruang kerjanya, Selasa (5/5). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan program kerja LDII yang dinilai selaras dengan arah pembangunan bangsa.
Achmad Saefulloh mengungkapkan bahwa kunjungan silaturahim tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan keagamaan dengan pemerintah. Ia menilai, LDII merupakan salah satu organisasi yang aktif dan tertib dalam administrasi, termasuk dalam menyampaikan laporan kegiatan secara berkala.
“LDII termasuk organisasi yang konsisten melaporkan kegiatannya. Ini menjadi contoh baik bagi organisasi lainnya. Bukan untuk diawasi, tetapi sebagai bahan sinergi dan kolaborasi program,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW LDII Lampung M. Aditya memaparkan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yang meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga penguatan karakter generasi muda. Program tersebut merupakan turunan dari kebijakan pusat yang diterapkan secara nasional, dengan penyesuaian terhadap kondisi daerah.
Menanggapi hal tersebut, Achmad Saefulloh menilai bahwa program LDII sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang terintegrasi. Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara dakwah keagamaan dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat. “Pendekatan seperti ini sangat baik, karena tidak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga memperkuat wawasan kebangsaan dan kehidupan berbangsa,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong LDII untuk terus berinovasi, khususnya dalam memanfaatkan digitalisasi sebagai sarana dakwah. Menurutnya, pola komunikasi dakwah saat ini perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar lebih menarik dan mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda.
“Digitalisasi menjadi kunci. Konten dakwah harus dikemas kreatif, relevan, dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari agar tidak membosankan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga membuka peluang pengembangan kemandirian organisasi melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, organisasi tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Di akhir pertemuan, Achmad Saefulloh berharap LDII terus menjaga komitmen dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat serta cinta tanah air. Ia menegaskan bahwa peran organisasi keagamaan sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Audiensi tersebut memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan LDII dalam membangun masyarakat Lampung yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Audiensi ditutup dengan penyerahan Buku Himpunan Hasil Muswil VIII LDII LAmpung, Laporan Kegiatan mengiktui Munas X LDII, Laporan Kegiatan LDII Triwulan I, dan Majalah Nuansa Persada, serta foto bersama.

















