Bandar Lampung (14/5). Pangdam XXI/Radin Inten yang diwakili Perwira Pembantu Madya Komunikasi Sosial Letkol Inf. Angki Setiadi menjadi pemateri dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang digelar DPW LDII Lampung di GSG DPW LDII Lampung, Kamis (14/5). Kegiatan bertema “Peneguhan Nilai-nilai Kebangsaan untuk Memperkokoh Ukhuwah dalam Mewujudkan Lampung Rukun, Damai, dan Sejahtera” tersebut diikuti berbagai unsur pengurus DPW, DPD LDII se-Provinsi Lampung sebagai upaya memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan karakter luhur bangsa di tengah tantangan era modern.
Dalam penyampaian materinya, Letkol Inf. Angki Setiadi menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya bela negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 30.
“Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Letkol Inf. Andki Setiadi di hadapan peserta kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar karena keberagaman budaya, suku, dan adat istiadat yang dimiliki bangsa. Menurutnya, kemajemukan tersebut harus dijadikan kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan lima nilai dasar bela negara yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi negara, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Pemateri mengatakan bahwa nilai cinta tanah air dapat diwujudkan melalui rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, menjaga lingkungan dan budaya, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menghargai perbedaan dan mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kesadaran berbangsa harus diwujudkan dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mendahulukan kepentingan bangsa,” katanya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ideologi negara dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menolak segala bentuk radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Pemateri menambahkan bahwa semangat rela berkorban dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat. Menurutnya, kontribusi kecil yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata bela negara. “Kita harus siap membantu sesama, mengutamakan kepentingan umum, dan berkontribusi untuk bangsa. Itu juga bagian dari bela negara,” ujarnya.
Di akhir penyampaian materi, peserta diingatkan mengenai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, seperti pengaruh budaya asing, penyalahgunaan teknologi, radikalisme, dan menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Karena itu, penguatan nilai bela negara dinilai penting untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
Kegiatan tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menanamkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata cinta kepada tanah air. “Bela Negara adalah Wujud Cinta Tanah Air,” demikian pesan penutup yang disampaikan dalam materi kegiatan tersebut.

















