Bandar Lampung (14/5). Upaya memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah tantangan era disrupsi terus digalakkan melalui penguatan moderasi beragama. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. Hi. Makmur, M.Ag., dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan di Bandar Lampung, Rabu (14/5).
Dalam pemaparannya, Makmur menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa majemuk memiliki keberagaman agama, suku, dan budaya yang harus dijaga bersama. Menurutnya, keragaman merupakan kekuatan bangsa sekaligus tantangan yang memerlukan sikap bijak dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil dan berimbang, serta menghindari sikap ekstrem dalam beragama. “Moderasi beragama menjadi salah satu kunci dalam memperkuat persatuan bangsa dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Makmur juga menyampaikan empat indikator utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan kekinian, seperti disrupsi informasi dan media sosial, polarisasi, ujaran kebencian, hingga hoaks berbasis sentimen keagamaan.
Ia menambahkan, gerakan membumikan moderasi beragama harus dimulai dari berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga, sekolah, rumah ibadah, hingga media sosial. Dalam lingkungan keluarga, anak-anak perlu diajarkan menghormati perbedaan dan berakhlak mulia. Sementara di sekolah, pendidikan karakter berbasis toleransi harus diperkuat.
“Rumah ibadah juga harus menjadi tempat menyebarkan kasih sayang dan kedamaian, bukan kebencian. Begitu pula media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu, persaudaraan, dan nilai-nilai perdamaian,” katanya.
Selain itu, Makmur menekankan pentingnya budaya gotong royong dan kepedulian lintas kelompok sosial sebagai bagian dari penguatan harmoni bangsa. Ia menyebut Kementerian Agama terus menjalankan berbagai program penguatan moderasi beragama, di antaranya melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dialog lintas iman, serta pendidikan karakter berbasis toleransi.
Di akhir pemaparannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat dialog, kerja sama, dan empati demi menjaga persatuan bangsa. “Moderasi beragama adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan harmonis,” tutupnya.

















