Bandar Lampung (16/5). Wakil Gubernur Lampung yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2026 di Aula Graha Bakti Pramuka Kwarda Lampung, Bandarlampung, Selasa (12/5). Rakerda bertema “Solid Bergerak, Nyata Berdampak” itu menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi dan peran strategis Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Dalam arahannya, Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Rakerda menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen dalam memajukan Gerakan Pramuka di Provinsi Lampung. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan program-program yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota Pramuka maupun masyarakat luas.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, Gerakan Pramuka harus terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari bidang pendidikan, sosial, lingkungan, hingga ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Solid Bergerak berarti kita harus bersatu, kompak, dan saling mendukung dalam setiap langkah. Sedangkan Nyata Berdampak menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan harus memberikan manfaat yang jelas bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Jihan Nurlela.
Ketua Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Tingkat Daerah Lampung, H. Heri Sensustadi yang turut hadir dalam Rakerda tersebut menyatakan dukungannya terhadap arahan Ketua Kwarda Lampung. Menurutnya, semangat “Solid Bergerak, Nyata Berdampak” sejalan dengan visi pembinaan generasi muda yang dijalankan Sako SPN melalui pendidikan berbasis masjid dan pondok pesantren.
“Sako SPN sangat mendukung penguatan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, disiplin, mandiri, dan berkarakter luhur. Ini selaras dengan pola pembinaan yang kami jalankan berbasis masjid dan pondok pesantren,” ujar H. Heri Sensustadi.
Ia menjelaskan, pembinaan di Sako SPN tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan kepramukaan, tetapi juga penguatan akhlak, spiritualitas, dan pembiasaan karakter positif melalui penerapan 29 karakter luhur. Menurutnya, nilai-nilai seperti jujur, amanah, rukun, kompak, hormat kepada orang tua dan guru, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang profesional religius dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


















