Lampung Selatan (12/6). Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup kembali ditunjukkan oleh puluhan santri dan generasi penerus (generus) LDII Desa Sukadamai, Kecamatan Natar. Mereka menggelar aksi penanaman pohon produktif bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan, Ahmad Rifa’i, dalam program “Ekoteologi Kemenag” yang berkolaborasi dengan LDII, Senin (25/5).
Aksi penghijauan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini dipusatkan di area Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatussholihin, Natar. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi bibit alpukat, jambu air, hingga mangga. Seluruh bibit tanaman tersebut murni berasal dari swadaya Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Sukadamai yang bekerja sama dengan pihak ponpes setempat.
Ketua PC LDII Kecamatan Natar, Sidik Maryanto, menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan salah satu program unggulan organisasi yang tertuang dalam 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa, sekaligus wujud nyata sinergi umara dan ulama di Lampung Selatan.
“Menanam pohon ini adalah bentuk konkret kepedulian kita pada lingkungan sekitar. Selain untuk menghijaukan bumi, dalam pandangan Islam gerakan ini juga bernilai sedekah jariyah. Insya Allah pahalanya akan terus mengalir bagi yang menanam selama pohon tersebut masih hidup dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup lainnya,” ujar Sidik Maryanto di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan, Sugiono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan keterlibatan langsung para pengurus serta santri di lapangan.
“Kami sangat bangga melihat warga dan santri LDII yang mau turun langsung, capek-capekan mencangkul dan menanam pohon. Ini adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita kelak, agar mereka tidak sampai kekurangan pasokan air bersih dan udara segar,” tutur Sugiono.
Dari perspektif lingkungan dan ekonomi, pemilihan pohon alpukat, jambu air, dan mangga dinilai sangat tepat karena termasuk jenis tanaman buah produktif yang relatif mudah dirawat. Selain dapat dipanen hasilnya untuk ketahanan pangan mandiri pondok, pohon-pohon berakar kuat ini juga berfungsi optimal sebagai area resapan air alami guna mencegah potensi banjir serta erosi tanah saat musim penghujan.
Kegiatan bernuansa alam tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto dokumentasi antara Kakan Kemenag Lampung Selatan, santri Ponpes Hidayatussholihin, guru pembimbing, serta jajaran pengurus LDII.
Ke depan, PC LDII Kecamatan Natar menargetkan program “Satu Warga Satu Pohon” dapat terus digulirkan secara masif. Sebagai langkah nyata keberlanjutan program ekoteologi ini, pihak LDII saat ini bahkan telah menyiapkan lahan produktif seluas 2 hektar yang siap digunakan untuk tahap penanaman hijau berikutnya. (Ali Affandi/Lines Lampung)















