Lampung Selatan (12/6). Generasi penerus (generus) LDII Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, yang tergabung dalam kelompok santri penghafal Al-Qur’an kompak melaksanakan kegiatan murojaah hafalan massal, Kamis (11/6). Agenda ini digelar sebagai upaya menjaga mutu hafalan sekaligus meningkatkan kefahaman agama para santri sejak usia dini.
Kegiatan murojaah atau mengulang kembali hafalan ini merupakan agenda rutin yang wajib diikuti para santri bersama guru pembimbing. Selain untuk menjaga ingatan ayat-ayat yang telah dihafal, aktivitas spiritual ini juga bertujuan memantapkan makhraj serta menambah kekhusyukan generus dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 25 santri aktif konsisten mengikuti program Tahfidzul Qur’an yang diselenggarakan secara swadaya oleh LDII Desa Pemanggilan. Grafik ini menunjukkan antusiasme dan komitmen generus yang terus tumbuh positif dalam mempelajari, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari.
Ketua PAC LDII Desa Pemanggilan, Setiarso, menyampaikan bahwa program tahfidz intensif ini merupakan salah satu program prioritas organisasi di bidang dakwah, khususnya dalam menyiapkan capaian target Tri Sukses generus, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
“Program pembibitan tahfidz ini bertujuan mulia untuk mencetak generasi Qur’ani di tingkat pengurus anak cabang. Harapan besar kami, ke depan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan berkarakter kuat yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujar Setiarso.
Rangkaian kegiatan murojaah tersebut berjalan dengan sangat khidmat dan tertib. Di bawah bimbingan para ustadz dan ustadzah, para santri secara bergiliran saling menyimak (tasmi’) dan menyetorkan hafalan terbaik mereka untuk dievaluasi kualitas kelancarannya. (Ali Affandi/Lines Lampung)















