Bandar Lampung (9/4). Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang berlangsung di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, resmi memasuki hari terakhir pada Kamis (9/4). Perhelatan akbar lima tahunan ini mulai menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari kedaulatan pangan hingga penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi ketidakpastian global.
Dalam sesi pembekalan hari ketiga ini, ditekankan kembali pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah, terutama terkait ketahanan pangan dan stabilitas nasional. Hal ini sejalan dengan paparan Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Budi Waryanto, yang menyebutkan bahwa kedaulatan dan kemandirian pangan merupakan pondasi utama ketahanan bangsa di tengah ancaman krisis global.
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Heri Sensustadi, yang mengikuti jalannya Munas X secara daring di Aula Sekretariat bersama jajaran pengurus harian, menyatakan komitmennya untuk segera menyosialisasikan arahan dan rekomendasi strategis Munas ke tingkat daerah setelah ditetapkan nantinya. Menurutnya, fokus pada isu kemandirian pangan dan penguatan karakter generasi muda sangat relevan dengan kondisi di Lampung.
“Sebagaimana ditekankan oleh Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, kita harus menyiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi ketidakpastian global. LDII Lampung akan fokus pada pengembangan SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter luhur dan profesional religius,” ujar Heri Sensustadi.
Heri juga menambahkan bahwa pesan dari Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), KH Said Aqil Siradj, mengenai tanggung jawab dakwah yang bijak menjadi catatan penting bagi pengurus di tingkat kabupaten/kota se-Lampung.
“Kami akan memperkuat dakwah yang menyejukkan dan inklusif. LDII harus terus memperkuat SDM untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. Di Lampung sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah akan terus kami tingkatkan, khususnya dalam program-program sosial dan ekonomi umat,” imbuhnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, Munas X LDII 2026 telah menghadirkan berbagai tokoh nasional sebagai pemateri, di antaranya Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, perwakilan Bapanas, Ketua LPOI KH Said Aqil Siradj hingga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia Abdul Mu’ti. Fokus utama Munas kali ini adalah menyelaraskan program kerja LDII dengan visi Indonesia Emas 2045 dan dukungan terhadap Asta Cita pemerintah.














