Pesawaran (13/4). Pesatnya arus informasi di era digital menuntut penyesuaian pola penyebaran kegiatan organisasi. Merespons kebutuhan tersebut, Bagian Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Kabupaten Pesawaran menggelar pelatihan jurnalistik bagi generasi muda, Minggu (12/4) di Sidomulyo. Kegiatan yang diikuti perwakilan Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pesawaran ini bertujuan mencetak jurnalis muda yang kreatif, santun, dan beretika.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Irwan, menegaskan bahwa kemampuan jurnalistik kini menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda. Menurutnya, penguasaan teknis penulisan dan dokumentasi adalah kunci utama dalam menyampaikan informasi yang faktual serta akurat kepada publik. Dengan bekal pengetahuan dasar tersebut, ia berharap setiap kegiatan LDII dapat tersampaikan ke media sosial secara profesional dan tetap mematuhi kaidah jurnalistik.
“Generasi muda LDII perlu lebih bersemangat mengikuti pelatihan ini. Di era digital, dibutuhkan ide kreatif agar berita tersaji dengan menarik sebagai alat perjuangan dakwah,” ujar Irwan.
Ketua Bagian KIM DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Supengi, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan informasi organisasi. Sebagai garda terdepan pendokumentasian kegiatan LDII, KIM menghadirkan Pokja LINES untuk memberikan materi pelatihan jurnalistik kepada peserta.
Materi yang disampaikan meliputi teknik penulisan berita straight news, fotografi, videografi, serta penyuntingan konten. Selain keterampilan teknis, pelatihan juga menekankan pentingnya etika dan sikap bijak dalam bermedia sosial.
“Kami ingin generasi muda LDII di tingkat PC dan PAC memiliki kemampuan memproduksi konten yang edukatif dan faktual. Dengan pemahaman jurnalistik yang benar dari Pokja LINES, setiap informasi yang dibagikan akan menjadi dakwah yang menyejukkan serta mampu menangkal hoaks di ruang digital,” jelas Supengi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Warsono, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas keorganisasian dan sumber daya manusia. Menurutnya, penguasaan teknik pemberitaan digital sangat penting agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pemberitaan LDII tidak boleh tertinggal. Sinergi antara teknis keorganisasian dan kemampuan pemberitaan harus dibangun, terutama untuk membina generasi milenial dan Z di Pesawaran,” jelas Warsono.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci agar program kerja organisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Warsono berharap, pelatihan ini dapat mencetak generasi muda yang mampu mengeksekusi pemberitaan organisasi secara profesional di tingkat PC maupun PAC.














