Lampung Selatan (12/9). Ratusan orang tua wali santri TPA/TPQ di bawah naungan PC LDII Kecamatan Tanjung Bintang mengikuti seminar pembinaan keluarga bertajuk “Mengasuh Remaja di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitul Akbar, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pada Rabu (10/6).
Acara tersebut menghadirkan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Pondok Pesantren Nurul Huda Lampung sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Tri Sukses Natar, Bintera Asadullah, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Bintera menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam psikologi dan perilaku remaja. Ia mengingatkan para orang tua agar memahami karakteristik generasi saat ini yang tumbuh bersama gawai (gadget) dan internet. Oleh karena itu, diperlukan pola pengasuhan yang adaptif namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan moral.
Materi yang disampaikan menyoroti berbagai tantangan pengasuhan di era digital, mulai dari ancaman penggunaan gawai yang berlebihan, perubahan pola interaksi sosial, hingga pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam rumah tangga. Menurut Bintera, kecanduan gawai dapat berdampak buruk pada kondisi fisik, emosional, dan sosial remaja apabila tidak diimbangi dengan pengawasan serta pendampingan yang tepat dari orang tua.
“Orang tua perlu hadir tidak hanya sebagai pengawas yang kaku, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing yang mampu memahami dunia anak-anak mereka,” ujar Bintera.
Ia juga mengajak para peserta untuk membangun “jangkar spiritual” pada diri anak sejak dini. Langkah ini diwujudkan melalui pembiasaan ibadah, penguatan nilai agama, serta penciptaan lingkungan pergaulan yang baik. Ia menekankan bahwa ketahanan mental dan karakter luhur anak tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui proses pendampingan yang konsisten dan penuh kasih sayang.
Selain itu, orang tua diharapkan mampu mengisi kebutuhan emosional anak secara berimbang. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemberian perhatian, komunikasi yang hangat, penghargaan, pelayanan, dan yang paling utama adalah keteladanan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki sesi diskusi, para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan dalam mendampingi anak-anak mereka di tengah derasnya arus informasi digital. Merespons hal tersebut, pemateri memberikan sejumlah solusi praktis, termasuk komitmen penerapan aturan penggunaan gawai yang jelas di rumah, pengawasan aktivitas digital secara bijaksana, serta pentingnya membangun rasa saling percaya antara orang tua dan anak.
Melalui kegiatan pembinaan ini, PC LDII Tanjung Bintang berharap para orang tua semakin memahami perannya sebagai pendidik utama dalam keluarga. Dengan demikian, mereka mampu mendampingi putra-putrinya tumbuh menjadi generasi penerus (generus) yang memiliki kefahaman agama, berakhlakul karimah, serta tangguh menghadapi tantangan zaman.















