Bandar Lampung (19/6). DPP LDII menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Rabu (17/6/2026). Keputusan tersebut diambil setelah tim rukyatul hilal LDII di 47 lokasi pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia melaporkan tidak berhasil melihat hilal pada Senin (15/6/2026), yang bertepatan dengan 29 Zulhijah 1447 Hijriah.
Ketua DPP LDII Dwi Pramono menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan hilal tidak terlihat di seluruh titik pengamatan karena posisinya masih sangat rendah dan berada pada kondisi kritis akibat tertutup mendung tebal. Berdasarkan hasil kajian ilmiah dan syariat tersebut, DPP LDII memutuskan bulan Zulhijah 1447 Hijriah digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Dengan demikian, pelaksanaan puasa sunah Tasua (9 Muharam) jatuh pada Kamis (25/6/2026), dan puasa Asyura (10 Muharam) dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026).

Menyikapi keputusan resmi tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. M. Aditya, menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus daerah dan warga LDII di Bumi Ruwa Jurai untuk menyelaraskan agenda ibadah sesuai ketetapan pusat.
“Kami di tingkat wilayah sepenuhnya mendukung dan mengikuti keputusan maklumat dari DPP LDII terkait penetapan awal tahun baru Hijriah ini. Saya mengajak seluruh warga LDII se-Provinsi Lampung untuk menyambut 1 Muharam 1448 H dengan penuh rasa syukur serta mengoptimalkan momentum mulia ini dengan menghidupkan puasa sunah Tasua dan Asyura di wilayah masing-masing,” ujar H. M. Aditya.
Ketua Dewan Penasihat DPP LDII, KH Edy Suparto, turut mengingatkan keutamaan besar berpuasa di bulan Allah (Muharam) ini. Menurutnya, momentum pergantian tahun baru Hijriah harus dijadikan sarana evaluasi spiritual serta peningkatan ketakwaan bagi umat Islam.
“Rasulullah SAW bersabda, puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharam. Bahkan, puasa Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang telah lalu. Ini menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah,” kata KH Edy Suparto.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan tidak hanya berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), tetapi juga mengiringinya dengan puasa Tasua (9 Muharam) sebagai sarana memperkuat ketakwaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas spiritual dalam menyambut lembaran baru tahun baru Hijriah.















