Natar (26/1). Warga LDII Serbajadi 2, Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan, terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan unit Usaha Bersama (UB) berbasis syariah. Hingga tahun buku 2025, UB SEJATI yang dikelola warga setempat tercatat telah mengelola aset lebih dari Rp250 juta.
Hal tersebut terungkap dalam Musyawarah Para Pemegang Saham UB SEJATI yang digelar di Masjid Baitul A’la, Serbajadi 2, RT 05 Pemanggilan, Lampung Selatan, pada Minggu (24/1). Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan pertanggungjawaban keuangan sekaligus membagikan hasil usaha kepada para anggota.
Ketua UB SEJATI, M. Syafril, mengungkapkan bahwa unit usaha ini didirikan sebagai wadah syirkah (kerja sama) untuk meningkatkan kesejahteraan warga di luar kegiatan pengajian rutin. Saat ini, UB SEJATI mengelola beberapa lini bisnis, di antaranya agen gas LPG 3 kg, agen air minum dalam kemasan, dan layanan perkreditan syariah.
“Kami mengutamakan kredit syariah untuk memberikan solusi bagi warga LDII agar tetap produktif namun tetap terhindar dari praktik riba,” kata Syafril dalam keterangannya.
Secara finansial, performa UB SEJATI menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Dengan modal awal yang dihimpun sebesar Rp112 juta, unit usaha ini berhasil meraup keuntungan bersih mencapai Rp57 juta pada tahun 2025.
Bendahara UB SEJATI, Ari Widiastuti, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berdampak langsung pada nilai investasi warga. Setiap lembar saham yang awalnya bernilai buku Rp10.000, kini nilai pasarnya telah mencapai Rp20.000 akibat adanya agio saham.
“Tahun ini, kami membagikan keuntungan sebesar Rp2.000 per lembar saham. Bagi warga, hasil ini sangat berarti sebagai tambahan pendapatan ekonomi keluarga,” jelas Ari yang juga berprofesi sebagai guru Ekonomi dan Akuntansi tersebut.
Program Usaha Bersama ini diharapkan menjadi role model bagi wilayah lain dalam membina ekonomi kerakyatan secara mandiri dan berkelanjutan.

















