Makkah (23/5). Amirulhaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meninjau kesiapan tenda jemaah haji di Arafah, Kamis (21/5/2026). Dalam inspeksi tersebut, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data kapasitas tenda yang berpotensi mengganggu kenyamanan jemaah.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu mengungkapkan, jumlah tempat tidur atau bed di beberapa tenda tidak sesuai dengan data yang tercantum di pintu masuk tenda. Dalam salah satu tenda, misalnya, tertulis kapasitas 360 jemaah, namun jumlah bed yang tersedia hanya sekitar 320.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat saat puncak haji nanti,” ujar Gus Irfan di Arafah, Makkah.
Ia mengaku tidak ingin persoalan serupa terulang seperti musim haji tahun lalu. Saat itu, sejumlah tenda tercatat memiliki kapasitas tertentu, tetapi jumlah tempat tidur yang tersedia jauh lebih sedikit sehingga sebagian jemaah kesulitan mendapatkan tempat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gus Irfan meminta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, bersama tim tetap berada di lokasi untuk memastikan seluruh kekurangan segera diselesaikan.
Menurutnya, meskipun pihak syarikah telah menyiapkan tenda cadangan, pengawasan langsung di lapangan tetap diperlukan agar seluruh data kapasitas benar-benar sesuai dengan kondisi nyata.
“Kita akan cek satu per satu secara manual agar jumlah bed sesuai dengan jumlah jemaah,” katanya.
Selain mengecek tenda di Arafah, Amirulhaj juga akan melakukan pemeriksaan detail terhadap tenda di Mina. Pasalnya, jemaah akan tinggal lebih lama di Mina, yakni dua hingga tiga malam, dibandingkan di Arafah yang hanya semalam.
Gus Irfan menyebut tim masih memiliki waktu beberapa hari sebelum pemberangkatan jemaah ke Armuzna pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei mendatang. Ia memastikan seluruh petugas bekerja maksimal untuk menyelesaikan berbagai kekurangan yang ditemukan.
Dalam sidak tersebut, Amirulhaj juga meninjau fasilitas toilet di kawasan tenda. Meski dinilai bersih dan layak digunakan, jumlah toilet masih dianggap kurang ideal karena rasio penggunaannya mencapai satu toilet untuk sekitar 50 jemaah.
“Kami sudah meminta agar ke depan jumlah toilet bisa ditambah supaya pelayanan jemaah semakin baik,” pungkasnya.

















