Lampung Timur (6/7). Ketua Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Provinsi Lampung, Rizky Febri Saputra, mengajak seluruh pengurus dan generasi muda LDII untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi tampil sebagai pencipta sekaligus penyebar konten positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Baitul Muttaqin, Pasir Sakti, Lampung Timur, Minggu (5/7). Dalam kesempatan itu, ia membawakan materi bertajuk Peran Generasi Muda LDII dalam Era Digital yang menitikberatkan pada pentingnya literasi digital, penguatan publikasi organisasi, dan implementasi budaya 3K (Karya, Kontribusi, dan Komunikasi).
Rizky menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, hingga membentuk opini. Di sisi lain, derasnya arus informasi juga memunculkan fenomena post-truth, ketika opini dan emosi lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta. “Di era digital, kita tidak cukup hanya bisa menggunakan media sosial. Kita juga harus mampu memilah informasi, meluruskan berita yang keliru, dan mengedukasi masyarakat agar bijak bermedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Apabila dimanfaatkan dengan benar, media digital mampu menjadi sarana dakwah, edukasi, komunikasi, hingga membuka peluang ekonomi. Sebaliknya, penyalahgunaan media sosial dapat menimbulkan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga merusak reputasi seseorang maupun organisasi.
Menurut Rizky, setiap unggahan di media sosial memiliki dampak yang sangat besar. Satu tulisan, foto, maupun video dapat tersebar kepada ribuan bahkan jutaan orang hanya dalam hitungan detik melalui fitur like, share, repost, dan komentar.
“Semua berawal dari ketikan jari. Karena itu, setiap warga LDII harus bertanggung jawab terhadap apa yang dipublikasikan di ruang digital,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak generasi muda LDII untuk mengambil peran aktif sebagai pelaku perubahan di dunia digital. “Jangan hanya menjadi penonton atau objek algoritma. Jadilah subjek yang menciptakan konten positif, menggerakkan masyarakat, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. LDII membutuhkan amal saleh dan kontribusi nyata dari seluruh warganya, terutama generasi muda,” tegasnya.
Rizky menekankan bahwa implementasi 3K (Karya, Kontribusi, dan Komunikasi) harus menjadi budaya seluruh warga LDII. Menurutnya, setiap karya positif yang memberi manfaat kepada masyarakat perlu dikomunikasikan secara baik agar dapat menginspirasi sekaligus membangun citra positif organisasi.
“Setiap warga LDII adalah humas LDII di tengah masyarakat. Lakukan karya nyata sekecil apa pun yang bernilai kontribusi, kemudian komunikasikan dengan baik. Dengan begitu, keberadaan LDII akan semakin dirasakan manfaatnya,” jelasnya.
Ia juga mengajak warga memanfaatkan media sosial sebagai ladang amal saleh di era digital. Menurutnya, publikasi melalui berita, foto, video, maupun konten kreatif merupakan bagian dari dakwah yang dapat menjangkau masyarakat luas.
Rizky menjelaskan, Biro KIM bersama LDII News Network (LINES) memiliki peran strategis sebagai pusat publikasi organisasi, mulai dari penyusunan rilis resmi, pengelolaan website dan media sosial, dokumentasi foto-video, hingga membangun jejaring dengan media massa. Karena itu, ia mendorong setiap DPD membentuk dan memperkuat tim KIM-LINES agar publikasi kegiatan organisasi semakin terstruktur dan berkualitas.
Selain memperkuat publikasi, ia juga mengajak seluruh warga untuk memperbanyak narasi positif tentang LDII di ruang digital. Menurutnya, semakin banyak konten yang mengangkat karya, kontribusi, dan pengabdian organisasi, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap LDII.
Menutup materinya, Rizky mengingatkan bahwa setiap warga memiliki kesempatan untuk beramal saleh sesuai kemampuan dan bidang yang dimiliki.
“Beramal saleh tidak selalu harus melalui mimbar. Menulis berita, membuat foto, video, desain, atau menyebarkan informasi yang benar juga merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat. Mari jadikan ruang digital sebagai ladang amal saleh yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.














