Lampung Selatan (17/2). Umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah menanti hasil pengamatan hilal sebagai penentu awal Ramadan 1447 Hijriah. Di Lampung, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Lampung melakukan pengamatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung di Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, Pantai Canggung, Lampung Selatan, Selasa (17/2).
Berdasarkan data teknis yang disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Zulkarnain, posisi hilal pada saat matahari terbenam berada di minus 0,1 derajat 0,3 menit 0,21 detik. Dengan data tersebut, potensi hilal terlihat di wilayah Lampung pada hari ini dinilai cukup sulit.
“Karena masih di -0,1 derajat, kemungkinan Provinsi Lampung melihat hilal masih agak sulit. Jadi nanti kita tetap menunggu keputusan dalam sidang isbat dari Menteri Agama Indonesia,” ujar H. Zulkarnain di lokasi pengamatan.
Zulkarnain juga mengimbau agar keputusan pemerintah nantinya dijadikan acuan untuk meniadakan perbedaan. “Jaga ukhuwah Islamiyah kita, boleh kita berbeda tapi NKRI tetap satu,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung, Ahmat Nurdin, menegaskan bahwa LDII mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penetapan awal Ramadan. Dukungan tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan tim teknis LDII dalam kegiatan rukyatul hilal bersama instansi terkait.
“Sebagai bagian dari elemen bangsa, LDII berkomitmen untuk turut serta dalam proses rukyatul hilal sebagai bentuk kontribusi nyata mendukung keputusan pemerintah. Ini juga menjadi bagian dari ikhtiar ilmiah dan syar’i dalam menentukan awal bulan Ramadan,” ujar Ahmat Nurdin.
Nurdin menegaskan, apa pun hasil sidang isbat yang ditetapkan pemerintah, LDII akan menghormati dan mengikuti keputusan tersebut. Ia juga berpesan agar apabila terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan, seluruh umat Islam tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.
“Perbedaan dalam penentuan awal Ramadan adalah hal yang sudah lama terjadi dalam khazanah fikih Islam. Yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, saling menghargai, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan,” tutup Nurdin.
Seluruh data hasil rukyat di POB Bukit Gelumpai kini telah dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Agama di Jakarta, yang selanjutnya akan dijadikan salah satu bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H malam ini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Muhammad Darmawan mewakili bupati. Perwakilan Ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII termasuk Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan, H. Sugiono.














