Kalianda (18/2). Kolaborasi antara DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan dengan pemerintah daerah terus terjalin secara harmonis dan berkesinambungan. Salah satu wujud sinergi tersebut terlihat dalam kegiatan Pengamatan Hilal Penentuan Awal Ramadan yang digelar di POB Bukit Gelumpai, Pantai Canggung, Lampung Selatan, pada Selasa (17/2).
Dalam kegiatan pemantauan Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan, H. Sugiono, bersama Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Lampung turut ambil bagian. Kehadiran LDII menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam memastikan penetapan awal bulan hijriah dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung H. Zulkarnain, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Lampung Selatan Muhammad Darmawan mewakili Bupati, jajaran Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, serta perwakilan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII, serta insan pers.
H. Sugiono mengungkapkan bahwa LDII secara rutin mengikutsertakan tim rukyatul hilal dalam setiap pengamatan awal bulan, baik Ramadan, Syawal maupun Dzulhijah.
“Sebagai lembaga dakwah, LDII memandang perlu memberikan informasi dan pengetahuan, terutama kepada warga LDII dan umat Islam pada umumnya dalam menentukan awal bulan, termasuk awal Ramadan ini. Karena itu, kami terus berupaya memberikan kontribusi positif dan berkolaborasi dengan pemerintah,” ujar Sugiono.
Ia menambahkan, berdasarkan data hisab, kemungkinan hilal terlihat sangat kecil, tidak hanya di Lampung tetapi juga di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, potensi adanya perbedaan awal Ramadan sangat mungkin terjadi.
Menyikapi hal tersebut, Sugiono mengajak seluruh umat Islam untuk mengedepankan sikap saling menghormati. “Dalam penentuan awal Ramadan memang dikenal dua metode, yakni wujudul hilal dan rukyatul hilal. Maka kita kembalikan kepada keyakinan masing-masing, tanpa mempertajam perbedaan. Semua harus bijak demi menjaga ukhuwah Islamiyah,” tutupnya.














