Tulang Bawang Barat (28/7). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadiri Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Rumah Makan Kulon Rowo, Pulung Kencana, Tulang Bawang Tengah, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah antarpondok pesantren sekaligus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam.
Acara dihadiri para pengasuh pondok pesantren, pengurus FKPP, jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Muhammad Laizin hadir mewakili DPD LDII Kabupaten Tulang Bawang Barat. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua FKPP, pengarahan Kepala Kantor Kementerian Agama, sarasehan, dan doa bersama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, Yulizar Andre, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam, pusat dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren harus terus menjaga tiga fungsi tersebut agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan peran strategis Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) sebagai wadah koordinasi, penyampai aspirasi, mitra pemerintah, sekaligus pusat informasi bagi pondok pesantren di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Dalam kesempatan itu, Yulizar turut mengingatkan pentingnya pemanfaatan Education Management Information System (EMIS) sebagai basis data resmi pondok pesantren. Menurutnya, EMIS menjadi dasar pengakuan legalitas, penyaluran bantuan pemerintah, serta penyusunan kebijakan di bidang pendidikan keagamaan.
Selain itu, Kemenag juga memperkenalkan aplikasi SINTRen sebagai sistem layanan pengajuan maupun penutupan izin operasional pondok pesantren. Ia mengajak seluruh pengelola pesantren memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk menjaga marwah lembaga pendidikan Islam.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis) Kemenag Tubaba, Nuning Herwiyati, mengimbau seluruh pengelola pondok pesantren agar rutin memperbarui data EMIS, mulai dari profil lembaga, data santri, tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana. Ia juga menyampaikan informasi mengenai Satuan Pendidikan Salafiyah (SPS) sebagai alternatif bagi pesantren salafiyah yang belum memiliki sekolah formal.
Kehadiran DPD LDII Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan komunikasi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam serta sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pondok pesantren.
Melalui forum tersebut, LDII berharap hubungan baik antara pondok pesantren, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan Islam semakin erat sehingga mampu bersama-sama membangun pendidikan Islam yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, serta menghasilkan berbagai masukan untuk memperkuat peran pondok pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang religius dan berdaya saing.


















