Pesawaran (10/7). DPW LDII Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul harus diawali dengan pembentukan karakter yang kuat. Pesan tersebut disampaikan dalam Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Bandar Lampung–Pesawaran yang berlangsung di Pondok Pesantren Babunnajah, Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, Kamis (9/7), sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus menghadapi Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Heri Sensustadi, menyampaikan materi bertajuk “Mencetak Generasi Bangsa yang Unggul dan Berdaya Saing”. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas karakter generasinya.
Menurutnya, sejarah menunjukkan banyak peradaban mengalami kemunduran bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan akibat lemahnya karakter dan moral masyarakatnya. Karena itu, pembinaan generasi muda harus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun bangsa.
“Keunggulan suatu bangsa tidak dibangun secara instan, tetapi melalui pembinaan manusia yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, ajaran Islam telah memberikan pedoman mengenai pentingnya menyiapkan generasi yang kuat, baik dari sisi akidah, akhlak, ilmu pengetahuan, maupun tanggung jawab sosial. Rasulullah SAW, lanjutnya, menjadi teladan dalam membina para sahabat muda hingga tumbuh sebagai pemimpin yang mampu membangun peradaban.
Heri juga mengajak peserta belajar dari negara-negara seperti Jepang dan China yang berhasil membangun daya saing melalui investasi jangka panjang pada pendidikan, pembentukan karakter, kedisiplinan, etos kerja, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung, Ahmat Nurdin, menekankan bahwa pembentukan karakter generasi dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan kasih sayang melalui keteladanan orang tua.

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam memperkuat karakter yang telah dibangun di rumah. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk pola pikir, sikap, dan kebiasaan peserta didik.
Ahmat juga mengingatkan pentingnya pola asuh yang adaptif di era digital. Menurutnya, orang tua perlu memahami perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai agama sehingga mampu mendampingi anak dengan komunikasi yang baik, kasih sayang, serta keteladanan.
“Generasi unggul tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh melalui proses pembinaan yang berkesinambungan dari keluarga, sekolah, organisasi, dan lingkungan,” jelasnya.
Melalui Camping CAI ke-47, DPW LDII Provinsi Lampung berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkegiatan di alam terbuka, tetapi juga semakin memperkuat karakter luhur, jiwa kepemimpinan, serta daya saing. Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi profesional religius yang siap menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

















