Jakarta (8/4). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Lampung Tengah menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang digelar di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin (GBM) Jakarta, pada Selasa (7/4).
Ketua DPD LDII Lampung Tengah, H. Suroto, yang hadir langsung di lokasi menyampaikan dukungannya terhadap agenda besar ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi DPD LDII Lampung Tengah merupakan bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan visi dengan pengurus pusat.
“Kami hadir untuk menyerap langsung arahan dan program kerja hasil Munas X ini. Harapannya, apa yang diputuskan di Jakarta dapat segera kami implementasikan di Lampung Tengah, terutama dalam memperkuat dakwah yang menyejukkan dan kontribusi nyata bagi masyarakat di daerah,” ujar H. Suroto.
Sesuai dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, Munas ini merupakan momentum strategis untuk menilai kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program ke depan.
KH Chriswanto menjelaskan bahwa Munas X mengemban sejumlah tugas penting, di antaranya meninjau capaian kinerja periode sebelumnya, merumuskan langkah strategis organisasi lima tahun ke depan, memberikan pandangan terkait isu-isu strategis di Indonesia, dan memilih Ketua Umum dan kepengurusan baru untuk periode 2026-2031.
Dalam sambutannya, KH Chriswanto menekankan pentingnya peran LDII dalam menjaga daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global dan konflik di Timur Tengah. Beliau menyoroti sektor pangan sebagai pilar utama pertahanan bangsa.
“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Suroto menambahkan bahwa DPD LDII Lampung Tengah akan memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian dan kemandirian pangan di tingkat lokal.
“Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi pertanian yang besar. Kami akan mendorong warga LDII di daerah untuk selaras dengan program ketahanan pangan pusat guna mendukung kedaulatan bangsa dari tingkat desa,” tutup H. Suroto.














