Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
Home Artikel Umum

Mengurai Stigma “Masjid LDII Dipel”: Temuan Riset Cendekiawan Muda NU

by Administrator
August 16, 2025
in Artikel Umum
0
Mengurai Stigma “Masjid LDII Dipel”: Temuan Riset Cendekiawan Muda NU

Ahmad Ali (kiri), cendekiawan muda NU, saat membahas risetnya tentang nilai kebajikan dan stigma ‘Masjid LDII Dipel’ dalam program Lines Talk LDII TV. Foto: LINES

84
SHARES
105
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Jakarta (16/6). Isu tentang “Masjid LDII Dipel” setelah digunakan jamaah dari luar komunitas sudah beredar selama puluhan tahun. Stigma ini kerap menimbulkan salah paham dan bahkan memperlebar jarak antarumat Islam.

Seorang cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, merasa perlu membuktikan kebenaran isu tersebut. Ia kemudian melakukan penelitian mendalam hingga akhirnya menerbitkan buku berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)”.

Ahmad mengaku mendengar isu masjid LDII dipel sejak awal 2000-an. Seorang temannya pernah berkata, jika ada orang luar salat di salah satu masjid dekat Pesantren Gading Mangu, Perak, maka masjid itu akan dipel setelahnya.

“Dulu saya hanya mendengar dari cerita teman. Baru pada 2021 saya memutuskan untuk melakukan riset langsung. Apakah benar masjid LDII dipel karena jamaah luar dianggap najis, atau ada alasan lain di balik itu,” jelasnya.

Menurutnya, stigma ini bertahan karena masyarakat lebih banyak percaya pada kabar dari mulut ke mulut, tanpa pernah melakukan riset atau observasi sendiri.

Dalam penelitiannya, Ahmad menemukan fakta bahwa praktik masjid LDII dipel bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan upaya menjaga kesucian (taharah). Islam mengajarkan bahwa sesuatu dianggap suci jika terbebas dari najis, dilihat dari rasa, bau, dan warna.

“Salat bukan hanya soal badan dan pakaian yang suci, tetapi juga tempat ibadah. Jadi, kalau masjid LDII dipel, itu bisa dipahami sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kesucian, bukan karena menganggap jamaah lain najis,” ungkapnya.

Selain itu, Ahmad menemukan adanya budaya disiplin dalam penggunaan sandal di masjid LDII. Sandal selalu disediakan di area wudhu, kamar mandi, hingga ruang tamu, dan ditata rapi menghadap ke luar masjid. Menurutnya, hal ini merupakan wujud nilai kebersihan, kerapian, dan kemandirian.

Ahmad juga menegaskan bahwa LDII memiliki dasar syariat dalam setiap praktiknya. Contohnya, ukuran bak air minimal dua kulah (200 liter) diterapkan sesuai hadis, sehingga air tetap suci meski terkena percikan.

Buku karyanya kemudian menjelaskan bahwa nilai kebajikan LDII meliputi kebersihan, kesucian, kerapian, dan kedisiplinan. Empat nilai ini justru selaras dengan prinsip dasar Islam.

“Kalau tidak diteliti, masyarakat hanya melihat dari luar dan mudah salah paham. Faktanya, ketika masjid LDII dipel, itu adalah implementasi nyata dari ajaran taharah,” tegas Ahmad.

Melalui riset ilmiah ini, stigma lama tentang masjid LDII dipel akhirnya menemukan jawaban. Alih-alih diskriminasi, praktik tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah.

Ahmad menutup penjelasannya, “Hal-hal kecil seperti penataan sandal hingga kebiasaan mengepel masjid justru mencerminkan nilai kebersihan dan kemandirian. Dua hal yang sangat penting dalam Islam.”

Tags: kebersihan masjid LDIIMasjid LDII dipelnilai kebajikan LDIIpenelitian Ahmad Ali NUstigma LDII

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Panduan Syar’i Cara Bersuci

Panduan Syar’i Cara Bersuci

March 25, 2019
mensholati jenazah

Praktek Sholat Jenazah dan Keutamaannya

March 14, 2025
praktek sholat tahajud

Praktek Melaksanakan Sholat Tahajud 1/3 Malam

November 25, 2014
LDII Kemiling Tebar 1.500 Paket Kurban Senilai Rp419 Juta

LDII Kemiling Tebar 1.500 Paket Kurban Senilai Rp419 Juta

June 2, 2026
LDII dan Pemkab Lampung Timur Bahas Desa Ekowisata Tematik Way Bungur

LDII dan Pemkab Lampung Timur Bahas Desa Ekowisata Tematik Way Bungur

1
PAC LDII Desa Siraman Gotong Royong Bersih Desa dan Dukung Pembangunan Drainase

PAC LDII Desa Siraman Gotong Royong Bersih Desa dan Dukung Pembangunan Drainase

1
LDII Lampung Tengah Hadiri Silaturahmi Kebangsaan, Dorong Lampung Rukun dan Damai

LDII Lampung Tengah Hadiri Silaturahmi Kebangsaan, Dorong Lampung Rukun dan Damai

1
Jihan Nurlela Buka Rakerda Pramuka Lampung, Sako SPN Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Masjid dan Pesantren

Jihan Nurlela Buka Rakerda Pramuka Lampung, Sako SPN Perkuat Pendidikan Karakter Berbasis Masjid dan Pesantren

1
Menjawab Krisis Sampah Nasional dengan 29 Karakter Luhur LDII

Menjawab Krisis Sampah Nasional dengan 29 Karakter Luhur LDII

June 6, 2026
Ketika Allah Cemburu

Ketika Allah Cemburu

June 3, 2026
Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat

Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat

June 3, 2026
Tumbuhkan Kemandirian, LDII Pringsewu Bekali Generus Literasi Keuangan dan Bisnis Digital

Tumbuhkan Kemandirian, LDII Pringsewu Bekali Generus Literasi Keuangan dan Bisnis Digital

June 2, 2026

NASEHAT

Ketika Allah Cemburu
Dakwah Islam

Ketika Allah Cemburu

by Administrator
June 3, 2026
0

Oleh Faidzunal A. Abdillah Pemerhati Sosial dan Lingkungan, warga LDII di Serpong, Tangerang Selatan Barangkali kata cemburu selama ini lebih...

Read more
Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

June 2, 2026
Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

December 30, 2025
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

December 10, 2025
Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

April 29, 2025

DPW LDII Lampung

Jl. Bumi Jaya 1 (Soekarno-Hatta) No. 10 RT. 04 Kel. Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Indonesia

e-mail: ldiilampung@gmail.com

BERITA TERKINI

  • Menjawab Krisis Sampah Nasional dengan 29 Karakter Luhur LDII June 6, 2026
  • Ketika Allah Cemburu June 3, 2026
  • Ketum DPP LDII Tawarkan Solusi Kebangsaan agar Nilai-Nilai Pancasila Membumi di Tengah Masyarakat June 3, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

CATEGORY

Kirim Berita

📨
Klik Disini
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.